Breaking News
light_mode
Istilah Penting
Beranda » AQIDAH » AQD-14: Tafsir Nama Allah Al-‘Aziz dan Al-Hakim – Memahami Makna Allah Mahaperkasa Lagi Mahabijaksana serta Implementasinya dalam Kehidupan

AQD-14: Tafsir Nama Allah Al-‘Aziz dan Al-Hakim – Memahami Makna Allah Mahaperkasa Lagi Mahabijaksana serta Implementasinya dalam Kehidupan

  • account_circle mahadulmustaqbal
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 31
  • comment 0 komentar






AQD-14: Tafsir Nama Allah Al-‘Aziz dan Al-Hakim – Ma’hadul Mustaqbal


AQD-14: Tafsir Nama Allah Al-‘Aziz dan Al-Hakim

Memahami Makna Allah Mahaperkasa Lagi Mahabijaksana serta Implementasinya dalam Kehidupan


🖼️ INFORMASI GAMBAR

Alt-text: Kaligrafi indah lafaz “Al-‘Aziz” dan “Al-Hakim” yang ditulis dengan tinta emas, dikelilingi oleh ornamen singgasana dan kitab hikmah yang melambangkan kekuasaan mutlak dan kebijaksanaan Allah.

Caption: Al-‘Aziz (Maha Perkasa) dan Al-Hakim (Maha Bijaksana) adalah dua nama Allah yang sering disebut beriringan. Al-‘Aziz menegaskan bahwa Allah Maha Perkasa dan tidak terkalahkan, sedangkan Al-Hakim menegaskan bahwa segala perbuatan dan ketetapan-Nya penuh hikmah dan kebijaksanaan.

Description: Foto ini menampilkan sebuah karya kaligrafi yang sangat indah dengan dua lafaz agung: “Al-‘Aziz” (الْعَزِيزُ) di sebelah kanan dan “Al-Hakim” (الْحَكِيمُ) di sebelah kiri. Keduanya ditulis dengan tinta emas yang berkilauan di atas latar belakang merah marun gelap yang dihiasi dengan ornamen keemasan. Dari lafaz Al-‘Aziz, terpancar sinar keemasan yang membentuk mahkota dan singgasana, melambangkan kekuasaan dan keperkasaan Allah yang tidak terkalahkan. Dari lafaz Al-Hakim, terpancar cahaya biru yang menenangkan, membentuk gulungan kitab dan pena, melambangkan hikmah dan kebijaksanaan Allah yang tertuang dalam syariat-Nya. Di bagian bawah, terdapat lukisan alam semesta yang teratur, dengan bintang-bintang, planet, dan orbit yang sempurna, menggambarkan bahwa segala ciptaan Allah berjalan dengan penuh hikmah dan ketetapan. Latar belakang foto bernuansa langit malam dengan gradasi merah keemasan, menciptakan suasana agung dan spiritual. Foto ini menggambarkan dua sisi keagungan Allah: keperkasaan-Nya yang tidak terkalahkan dan kebijaksanaan-Nya yang sempurna dalam mengatur alam semesta.

A. PENDAHULUAN: KEPERKASAAN DAN KEBIJAKSANAAN YANG SEMPURNA

Setelah mempelajari makna Al-Malik dan Al-Quddus, kini kita akan membahas dua nama Allah yang sangat agung lainnya: Al-‘Aziz dan Al-Hakim. Kedua nama ini sering disebut beriringan dalam Al-Qur’an, menunjukkan hubungan yang erat antara keperkasaan Allah dan kebijaksanaan-Nya .

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hasyr ayat 24:

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS. Al-Hasyr: 24) .

Al-‘Aziz menunjukkan bahwa Allah Maha Perkasa, tidak ada yang dapat mengalahkan-Nya, dan Dia memiliki keperkasaan yang sempurna. Sedangkan Al-Hakim menunjukkan bahwa Allah Maha Bijaksana, segala perbuatan, hukum, dan ketetapan-Nya penuh dengan hikmah dan keadilan. Memahami kedua nama ini akan membawa seorang muslim pada keyakinan bahwa hanya Allah yang pantas ditakuti dan diagungkan, serta bahwa semua perintah-Nya pasti mengandung kebaikan .

Allah SWT berfirman: وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ “Kemuliaan (kekuasaan) itu hanyalah milik Allah, Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.” (QS. Al-Munafiqun: 8) .

B. BAB I: PENGERTIAN AL-‘AZIZ (الْعَزِيزُ)

الْعَزِيزُ
Al-‘Aziz
Maha Perkasa / Maha Mulia

1. Definisi Al-‘Aziz

Al-‘Aziz (الْعَزِيزُ) berasal dari akar kata ‘ain-zai-ya (ع ز ز) yang mengandung makna kekuatan, keperkasaan, kemuliaan, dan kemenangan. Kata ini juga berarti ‘yang langka’ atau ‘yang sulit ditandingi’ .

Dalam konteks sebagai nama Allah, Al-‘Aziz memiliki tiga makna utama :

📌 Tiga Makna Al-‘Aziz

  1. Quwwah (Kekuatan): Allah memiliki kekuatan yang sempurna. Kekuatan-Nya tidak dapat dikalahkan oleh kekuatan apa pun. Semua kekuatan makhluk berasal dari-Nya.
  2. Ghazah (Kemuliaan): Allah memiliki kemuliaan yang tinggi. Dia Maha Mulia, tidak ada yang lebih mulia daripada-Nya. Semua kemuliaan berasal dari-Nya.
  3. Qahr (Kemenangan): Allah Maha Menang atas segala sesuatu. Tidak ada yang dapat mengalahkan-Nya. Dia mengalahkan dan menundukkan segala sesuatu dengan kekuasaan-Nya.

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa Al-‘Aziz berarti “Yang Maha Perkasa yang tidak dapat dikalahkan dan ditundukkan oleh sesuatu apa pun” .

2. Dalil-Dalil Al-‘Aziz dalam Al-Qur’an

QS. Al-Hasyr [59]: 23

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ

“Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Mahamemelihara, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki segala Keagungan.” (Al-‘Aziz disebut bersama Al-Jabbar)

QS. Al-Hasyr [59]: 24

وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”

QS. Ali Imran [3]: 6

لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”

QS. Al-Munafiqun [63]: 8

وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ

“Kemuliaan (kekuasaan) itu hanyalah milik Allah, Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.”

C. BAB II: PENGERTIAN AL-HAKIM (الْحَكِيمُ)

الْحَكِيمُ
Al-Hakim
Maha Bijaksana

1. Definisi Al-Hakim

Al-Hakim (الْحَكِيمُ) berasal dari akar kata ha-kaf-mim (ح ك م) yang mengandung makna kebijaksanaan, kekuasaan, dan ketepatan dalam mengatur. Kata ini juga berarti ‘yang mencegah’ (man’a) karena hikmah mencegah seseorang dari kebodohan .

Dalam konteks sebagai nama Allah, Al-Hakim memiliki dua makna utama :

📌 Dua Makna Al-Hakim

  1. Al-Muhkim (Yang Membuat Segala Sesuatu dengan Kokoh): Allah menciptakan segala sesuatu dengan sempurna dan kokoh. Tidak ada cacat atau kekurangan dalam ciptaan-Nya. Firman Allah: صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ “(Itulah) ciptaan Allah yang membuat segala sesuatu dengan kokoh.” (QS. An-Naml: 88) .
  2. Al-Hakim (Yang Memiliki Hikmah dalam Segala Perbuatan): Allah Maha Bijaksana dalam menciptakan, memerintah, dan menetapkan takdir. Semua perbuatan-Nya mengandung hikmah yang agung, meskipun terkadang tidak kita pahami.

Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa Al-Hakim adalah “Yang mengetahui hal-hal yang paling utama dan yang mengetahui cara melakukannya dengan sempurna” .

2. Dalil-Dalil Al-Hakim dalam Al-Qur’an

QS. Al-Hasyr [59]: 24

وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”

QS. Ali Imran [3]: 6

لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”

QS. Luqman [31]: 27

إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”

QS. An-Naml [27]: 88

صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ

“(Itulah) ciptaan Allah yang membuat segala sesuatu dengan kokoh.”

D. BAB III: HUBUNGAN AL-‘AZIZ DAN AL-HAKIM

Dalam Al-Qur’an, kedua nama ini sangat sering disebut beriringan. Al-Qur’an mencatat bahwa Allah menggunakan kedua nama ini dalam firman-Nya sebanyak lebih dari 40 kali. Ini menunjukkan hubungan yang erat dan saling melengkapi antara keperkasaan dan kebijaksanaan .

Aspek Al-‘Aziz (الْعَزِيزُ) Al-Hakim (الْحَكِيمُ)
Makna Dasar Maha Perkasa, Maha Mulia, Maha Menang Maha Bijaksana, Maha Kokoh dalam ciptaan
Fokus Makna Kekuatan, keperkasaan, dan kemuliaan Kebijaksanaan, ketepatan, dan keadilan
Implikasi Allah tidak terkalahkan, tidak dapat ditundukkan Semua perbuatan Allah penuh hikmah
Hubungan dengan Makhluk Manusia harus tunduk dan takut kepada-Nya Manusia harus yakin bahwa semua aturan-Nya adalah yang terbaik

Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa penggabungan kedua nama ini memberikan makna yang sangat agung: Allah Mahaperkasa dalam kebijaksanaan-Nya, dan Mahabijaksana dalam keperkasaan-Nya. Artinya, keperkasaan Allah tidak seperti keperkasaan makhluk yang sering disertai kezaliman dan kesewenang-wenangan. Keperkasaan Allah selalu dibarengi dengan hikmah dan keadilan. Sebaliknya, kebijaksanaan Allah didukung oleh keperkasaan-Nya sehingga tidak ada yang dapat menghalangi pelaksanaan hikmah tersebut .

E. BAB IV: KANDUNGAN MAKNA AL-‘AZIZ

Nama Al-‘Aziz mengandung beberapa makna penting yang harus dipahami dan diimani oleh setiap muslim :

1. Keperkasaan Kekuatan
Allah Mahakuat, tidak ada yang lebih kuat daripada-Nya. Kekuatan-Nya tidak terbatas dan tidak dapat dikalahkan oleh kekuatan apa pun. Firman Allah: إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ “Sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa.” (QS. Hud: 66).

2. Keperkasaan Kemuliaan
Allah Maha Mulia, tidak ada yang lebih mulia daripada-Nya. Kemuliaan-Nya mutlak dan tidak bergantung pada apa pun. Semua makhluk yang mulia di sisi Allah adalah mereka yang bertakwa, sebagaimana firman Allah: إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13).

3. Keperkasaan Kemenangan
Allah Maha Menang, tidak ada yang dapat mengalahkan-Nya. Dia mengalahkan segala sesuatu dengan kekuasaan-Nya. Firman Allah: وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰ أَمْرِهِ “Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya.” (QS. Yusuf: 21).

4. Keperkasaan yang Tidak Terjangkau
Allah Maha Perkasa sehingga tidak dapat dijangkau oleh indra dan akal manusia secara sempurna. Dia Maha Tinggi dan Maha Besar, tidak ada yang dapat menyerupai-Nya.

F. BAB V: KANDUNGAN MAKNA AL-HAKIM

Nama Al-Hakim mengandung beberapa makna penting :

1. Kebijaksanaan dalam Penciptaan
Allah menciptakan segala sesuatu dengan kokoh, rapi, dan penuh hikmah. Tidak ada satu pun ciptaan-Nya yang sia-sia. Firman Allah: مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِنْ تَفَاوُتٍ “Kamu tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (QS. Al-Mulk: 3).

2. Kebijaksanaan dalam Syariat
Allah menurunkan syariat yang penuh hikmah untuk kemaslahatan manusia. Setiap perintah dan larangan-Nya mengandung kebaikan bagi hamba-Nya, baik yang kita pahami maupun tidak. Firman Allah: وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ “Dan Kami telah menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) dengan kebenaran.” (QS. Al-Ma’idah: 48).

3. Kebijaksanaan dalam Takdir
Allah menetapkan takdir dengan penuh hikmah. Terkadang kita tidak memahami hikmah di balik musibah atau ujian, tetapi orang beriman yakin bahwa di balik semua itu ada kebaikan. Firman Allah: وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 216).

4. Kebijaksanaan dalam Pemberian dan Pencegahan
Allah memberikan dan mencegah dengan hikmah. Dia memberi kepada siapa yang dikehendaki dan mencegah dari siapa yang dikehendaki, semua berdasarkan ilmu dan hikmah-Nya yang sempurna.

G. BAB VI: IMPLEMENTASI DALAM KEHIDUPAN

1. Meneladani Al-‘Aziz

Memiliki Harga Diri (Izzah) karena Allah
Seorang muslim harus memiliki harga diri dan tidak mudah menghinakan diri di hadapan manusia. Kemuliaan sejati hanya dari Allah. Rasulullah SAW bersabda: مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا “Barangsiapa menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya.” (QS. Fathir: 10) .

Tidak Takut kepada Makhluk
Karena Allah adalah Al-‘Aziz, maka seorang muslim tidak boleh takut kepada siapa pun selain Allah. Kekuatan makhluk mana pun tidak akan berarti di hadapan kekuatan Allah. Orang yang takut kepada selain Allah berarti merendahkan keperkasaan Allah.

Kuat dalam Memegang Prinsip
Seorang muslim harus kuat dalam memegang prinsip kebenaran, tidak mudah goyah oleh godaan dan tekanan. Karena dia berlindung kepada Al-‘Aziz yang tidak terkalahkan.

Tawadhu karena Keperkasaan Milik Allah
Meskipun memiliki izzah karena Allah, seorang muslim tetap tawadhu (rendah hati) karena dia sadar bahwa semua kemuliaan hanyalah milik Allah, bukan miliknya secara mutlak. Kesombongan hanya layak bagi Allah .

2. Meneladani Al-Hakim

Berusaha Menjadi Orang Bijaksana
Seorang muslim harus berusaha memiliki hikmah (kebijaksanaan) dalam bersikap dan bertindak. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah, maka dia akan diberi pemahaman dalam agama.” (HR. Bukhari). Hikmah adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya.

Menerima Takdir dengan Lapang Dada
Yakinlah bahwa semua ketentuan Allah pasti mengandung hikmah, meskipun terkadang tidak kita pahami. Ini akan melahirkan sikap ridha dan sabar dalam menghadapi cobaan.

Mengambil Pelajaran dari Alam
Allah menciptakan alam dengan penuh hikmah. Seorang muslim diajak untuk merenungkan ciptaan Allah agar semakin yakin akan kebijaksanaan-Nya. Firman Allah: إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِّلْمُؤْمِنِينَ “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Jatsiyah: 3).

Mentaati Syariat
Karena Allah Al-Hakim, maka seluruh syariat-Nya pasti mengandung hikmah. Seorang muslim tidak perlu ragu untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah, karena yakin itu semua demi kebaikannya sendiri.

H. BAB VII: KISAH TELADAN

Kisah Umar bin Khattab dan Kebijaksanaan

Suatu ketika, Umar bin Khattab RA melihat seorang pemuda yang sedang menangis. Umar bertanya, “Mengapa engkau menangis?” Pemuda itu menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, aku telah berbuat dosa besar.” Umar berkata, “Apa dosamu?” Pemuda itu menjawab, “Aku telah membunuh orang.” Umar terkejut dan bertanya, “Apakah ada saksi yang melihatmu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak ada, wahai Amirul Mukminin.” Kemudian Umar berkata dengan penuh hikmah, “Pergilah dan jangan ceritakan kepada siapa pun. Mungkin Allah akan mengampunimu.”

Kisah ini menunjukkan kebijaksanaan Umar dalam menyikapi orang yang berbuat dosa. Dia tidak langsung menghukum, tetapi juga tidak meremehkan dosa. Dia memberikan kesempatan kepada pemuda itu untuk bertaubat dan menutup aibnya. Ini adalah contoh kecil dari meneladani Al-Hakim .

Kisah Firaun dan Keperkasaan Palsu

Firaun adalah contoh manusia yang mengaku memiliki keperkasaan. Dia berkata, أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.” (QS. An-Nazi’at: 24). Namun ketika malaikat maut datang, dia tidak berdaya sama sekali. Di tengah lautan, ketika hendak tenggelam, dia baru beriman tetapi iman itu tidak diterima. Firman Allah: آلْآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ “Apakah sekarang (kamu beriman), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Yunus: 91) .

Kisah ini mengajarkan bahwa keperkasaan sejati hanya milik Allah. Manusia yang sombong dengan kekuasaannya pada akhirnya akan hancur.

I. KESIMPULAN

Al-‘Aziz dan Al-Hakim adalah dua nama Allah yang agung, sering disebut beriringan dalam Al-Qur’an. Al-‘Aziz menunjukkan keperkasaan Allah yang sempurna, meliputi kekuatan, kemuliaan, dan kemenangan. Al-Hakim menunjukkan kebijaksanaan Allah yang sempurna, meliputi kekokohan ciptaan dan kebaikan syariat .

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan beberapa poin penting:

  1. Al-‘Aziz memiliki tiga makna utama: kekuatan (quwwah), kemuliaan (ghazah), dan kemenangan (qahr). Allah Mahakuat, Mahamulia, dan Maha Menang atas segala sesuatu .
  2. Al-Hakim memiliki dua makna utama: Yang membuat segala sesuatu dengan kokoh (al-muhkim) dan Yang Maha Bijaksana dalam segala perbuatan dan ketetapan-Nya .
  3. Kedua nama ini saling melengkapi: Allah Mahaperkasa dalam kebijaksanaan-Nya, dan Mahabijaksana dalam keperkasaan-Nya. Keperkasaan-Nya tidak seperti keperkasaan makhluk yang sering zalim, dan kebijaksanaan-Nya didukung oleh keperkasaan sehingga tidak ada yang dapat menghalangi .
  4. Meneladani Al-‘Aziz dilakukan dengan memiliki harga diri karena Allah, tidak takut kepada makhluk, kuat memegang prinsip, dan tetap tawadhu .
  5. Meneladani Al-Hakim dilakukan dengan berusaha menjadi orang bijaksana, menerima takdir dengan lapang dada, merenungi ciptaan Allah, dan taat kepada syariat .

Semoga Allah SWT, Al-‘Aziz Al-Hakim, menjadikan kita hamba-hamba yang memiliki izzah karena-Nya dan diberikan hikmah dalam menjalani kehidupan. Aamiin.

رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

“Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” (QS. Al-Kahfi: 10)

J. DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’anul Karim.

NU Online. (2023). Al-‘Aziz dan Al-Hakim, Dua Sisi Kekuatan dan Kebijaksanaan. (NU Online)

NU Online. (2019). Al-‘Aziz dan Cara Meneladaninya. (NU Online)

Al-Utsaimin, Muhammad bin Shalih. Syarh Asma’ullah Al-Husna. (Dikutip dalam berbagai sumber)

Al-Ghazali, Abu Hamid. Al-Maqshad Al-Asna fi Syarh Ma’ani Asma’illah Al-Husna. (Dikutip dalam berbagai sumber)

Islami.co. (2020). Makna Al-‘Aziz dan Al-Hakim Serta Cara Meneladaninya. (Islami.co)

Kompas.com. (2025). Asmaul Husna: 99 Nama Indah Allah dan Maknanya. (Kompas.com)

Republika. (2021). Hikmah di Balik Nama Allah Al-Aziz. (Republika)

Pesantren Tahfidz Hamalatul Quran. (2023). Fiqih Asmaul Husna (Bag.18): Al-‘Aziz. (Hamalatul Quran)

Pesantren Tahfidz Hamalatul Quran. (2023). Fiqih Asmaul Husna (Bag.19): Al-Hakim. (Hamalatul Quran)

BincangSyariah. (2022). Memahami Makna Al-Hakim. (BincangSyariah)

Penulis: Artikel ini ditulis oleh Tim Pengembangan Konten Pondok Pesantren Online Masa Depan Ma’hadul Mustaqbal dengan menggunakan referensi kitab tradisional dan modern dengan bantuan article generator AI. Setiap artikel semata untuk kepentingan referensial dan bersifat edukatif baik bagi santri pondok pesantren maupun khalayak umum. Jika ada konten atau pandangan yang tidak berkenan, Tim Pengembangan Konten Pondok Pesantren Online Masa Depan Ma’hadul Mustaqbal dengan senang hati menerima kritik, saran dan perbaikan yang konstruktif yang bisa dikirimkan ke alamat email resmi pondok di admin@mahadulmustaqbal.com atau hubungi langsung di kontak ini +6285136056172 / +6282342739583. Terima kasih.

🏷️ 30 TAGS ARTIKEL

al aziz
al hakim
asmaul husna
99 nama allah
maha perkasa
maha bijaksana
keperkasaan allah
kebijaksanaan allah
tauhid
aqidah islam
iman kepada allah
sifat allah
surat al hasyr 24
surat ali imran 6
ibnu katsir
al ghazali
al utsaimin
izzah
kemuliaan
kekuatan allah
hikmah
kebijaksanaan
meneladani asmaul husna
harga diri dalam islam
tawadhu
tidak takut kepada makhluk
menerima takdir
syariat allah
kisah firaun
ma’hadul mustaqbal


  • Penulis: mahadulmustaqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less