Breaking News
light_mode
Istilah Penting
Beranda » BHS.ARAB » BHS-35: Fa’il – Pelaku dalam Kalimat Verbal – Memahami Subjek dalam Jumlah Fi’liyyah Bahasa Arab

BHS-35: Fa’il – Pelaku dalam Kalimat Verbal – Memahami Subjek dalam Jumlah Fi’liyyah Bahasa Arab

  • account_circle mahadulmustaqbal
  • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
  • visibility 31
  • comment 0 komentar






BHS-35: Fa’il – Pelaku dalam Kalimat Verbal – Ma’hadul Mustaqbal


BHS-35: Fa’il – Pelaku dalam Kalimat Verbal

Memahami Subjek dalam Jumlah Fi’liyyah Bahasa Arab


🖼️ INFORMASI GAMBAR

Alt-text: Ilustrasi diagram yang menunjukkan struktur kalimat verbal (jumlah fi’liyyah) dengan fa’il (pelaku) dan fi’il (kata kerja), dilengkapi dengan contoh-contoh dari Al-Qur’an dan kalimat sederhana.

Caption: Dalam bahasa Arab, kalimat verbal (jumlah fi’liyyah) terdiri dari dua unsur utama: fi’il (kata kerja) dan fa’il (pelaku/subjek). Fa’il adalah isim yang dibaca rafa’ yang menunjukkan pelaku yang melakukan perbuatan. Fa’il dapat berupa isim zhahir (kata benda nyata), isim dhamir (kata ganti), atau mashdar muawwal (kata dasar yang diperlakukan sebagai pelaku). Memahami fa’il adalah kunci untuk membaca, memahami, dan meng-i’rab kalimat verbal dengan benar, karena ia sangat sering muncul dalam Al-Qur’an dan berbagai teks Arab lainnya.

Description: Infografis ini menjelaskan tentang fa’il: pengertian fa’il, syarat-syarat fa’il, pembagian fa’il (zhahir dan dhamir), cara mengidentifikasi fa’il, contoh dalam Al-Qur’an, serta latihan untuk memahami struktur kalimat verbal.

A. PENDAHULUAN: SUBJEK DALAM KALIMAT VERBAL

Dalam bahasa Arab, kalimat (jumlah) terbagi menjadi dua jenis: jumlah ismiyyah (kalimat nominal) dan jumlah fi’liyyah (kalimat verbal). Jumlah fi’liyyah adalah kalimat yang dimulai dengan fi’il (kata kerja). Kalimat ini terdiri dari dua unsur utama: fi’il (kata kerja) dan fa’il (pelaku/subjek). Fa’il adalah isim yang dibaca rafa’ yang menunjukkan pelaku yang melakukan perbuatan yang disebutkan dalam fi’il. Fa’il dapat berupa isim zhahir (kata benda nyata), isim dhamir (kata ganti), atau mashdar muawwal (kata dasar yang diperlakukan sebagai pelaku). Memahami fa’il sangat penting karena ia menjadi inti dari kalimat verbal yang sangat sering muncul dalam Al-Qur’an, hadits, dan berbagai teks Arab lainnya. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang fa’il: pengertian, syarat-syarat, pembagian, cara mengidentifikasi, serta contoh-contoh dalam Al-Qur’an.

Para ulama nahwu mendefinisikan: “الفاعل هو الاسم المرفوع المذكور قبله فعله” “Fa’il adalah isim yang dibaca rafa’ yang disebut sebelumnya oleh fi’il-nya.” Atau: “الفاعل هو من أسند إليه الفعل” “Fa’il adalah sesuatu yang disandarkan kepadanya fi’il.”

B. BAB I: PENGERTIAN FA’IL

📖 Definisi Fa’il

Fa’il (الفاعل) secara bahasa berarti “pelaku” atau “yang melakukan”. Secara istilah dalam ilmu nahwu, fa’il adalah isim yang dibaca rafa’ yang menunjukkan pelaku yang melakukan perbuatan (fi’il). Fa’il selalu mengikuti fi’il yang sudah diketahui, baik fi’il madhi, fi’il mudhari’, maupun fi’il amr. Fa’il dapat berupa isim zhahir (kata benda nyata), isim dhamir (kata ganti), atau mashdar muawwal. Contoh: قَامَ زَيْدٌ (Zaid berdiri) – زَيْدٌ adalah fa’il.

🔍 Ciri-Ciri Fa’il

Fa’il memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Selalu dibaca rafa’ (berakhiran dhammah atau tanda rafa’ lainnya)
  • Berada setelah fi’il (kata kerja) dalam kalimat verbal
  • Menunjukkan pelaku yang melakukan perbuatan
  • Dapat berupa isim zhahir, isim dhamir, atau mashdar muawwal
  • Fa’il pada fi’il madhi: كَتَبَ زَيْدٌ (Zaid menulis)
  • Fa’il pada fi’il mudhari’: يَكْتُبُ زَيْدٌ (Zaid menulis)
  • Fa’il pada fi’il amr: اُكْتُبْ يَا زَيْدُ (Menulislah wahai Zaid)

📜 Syarat-Syarat Fa’il

Syarat-syarat fa’il:

  • Fa’il harus berupa isim (kata benda), bukan fi’il atau huruf
  • Fa’il harus disebutkan setelah fi’il (bisa secara eksplisit atau tersirat)
  • Fa’il harus sesuai dengan fi’il dalam hal jumlah (mufrad, mutsanna, jamak) dan jenis (mudzakkar, mu’annats)
  • Fa’il tidak boleh didahului oleh huruf jar
  • Fa’il tidak boleh menjadi bagian dari mudhaf ilaih yang mempengaruhi i’rabnya

📌 Perbedaan Fa’il dengan Mubtada’

Fa’il dan mubtada’ sama-sama dibaca rafa’, namun memiliki perbedaan mendasar: Fa’il terdapat dalam kalimat verbal (jumlah fi’liyyah) dan selalu mengikuti fi’il, sedangkan mubtada’ terdapat dalam kalimat nominal (jumlah ismiyyah) dan berada di awal kalimat. Contoh: قَامَ زَيْدٌ (fa’il) vs زَيْدٌ قَائِمٌ (mubtada’).

C. BAB II: PEMBAGIAN FA’IL

1. Fa’il Isim Zhahir (Isim Nyata)

Fa’il isim zhahir adalah fa’il yang berupa kata benda nyata (bukan kata ganti). Fa’il isim zhahir dapat berupa:

  • Isim mufrad (tunggal): قَامَ زَيْدٌ (Zaid berdiri)
  • Isim mutsanna (dua): قَامَ الزَّيْدَانِ (dua orang Zaid berdiri)
  • Jamak mudzakkar salim: قَامَ الْمُسْلِمُونَ (orang-orang muslim berdiri)
  • Jamak mu’annats salim: قَامَتِ الْمُسْلِمَاتُ (wanita-wanita muslim berdiri)
  • Jamak taksir: قَامَ الرِّجَالُ (laki-laki berdiri)

2. Fa’il Dhamir (Kata Ganti)

Fa’il dhamir adalah fa’il yang berupa kata ganti yang bersambung (dhamir muttashil) pada fi’il. Fa’il dhamir ini sangat sering digunakan dalam bahasa Arab. Contoh:

  • كَتَبْتُ (aku menulis) – تُ adalah fa’il dhamir
  • كَتَبْتَ (kamu laki-laki menulis) – تَ adalah fa’il dhamir
  • كَتَبْتِ (kamu perempuan menulis) – تِ adalah fa’il dhamir
  • كَتَبَ (dia laki-laki menulis) – fa’ilnya tersirat (dhamir mustatir) yaitu هُوَ
  • كَتَبَتْ (dia perempuan menulis) – تْ adalah fa’il dhamir
  • كَتَبْنَا (kami menulis) – نَا adalah fa’il dhamir
  • كَتَبُوا (mereka laki-laki menulis) – وَا adalah fa’il dhamir
  • كَتَبْنَ (mereka perempuan menulis) – نَ adalah fa’il dhamir

3. Fa’il Mashdar Muawwal

Fa’il mashdar muawwal adalah fa’il yang berupa mashdar yang diperlakukan sebagai pelaku. Mashdar muawwal biasanya berupa أَنْ + fi’il, atau مَا + fi’il. Contoh:

  • يُعْجِبُنِي أَنْ تَقُومَ (aku kagum bahwa engkau berdiri) – أَنْ تَقُومَ adalah fa’il (mashdar muawwal)
  • سَرَّنِي مَا فَعَلْتَ (aku senang dengan apa yang engkau lakukan) – مَا فَعَلْتَ adalah fa’il

📖 Tabel Fa’il Dhamir pada Fi’il Madhi

\ 内

Dhomir Fi’il + Fa’il Arti
أَنَا فَعَلْتُ aku telah melakukan
نَحْنُ فَعَلْنَا kami telah melakukan
أَنْتَ فَعَلْتَ kamu (lk) telah melakukan
أَنْتِ فَعَلْتِ kamu (pr) telah melakukan
أَنْتُمَا فَعَلْتُمَا kamu berdua telah melakukan
أَنْتُمْ فَعَلْتُمْ kalian (lk) telah melakukan
أَنْتُنَّ فَعَلْتُنَّ kalian (pr) telah melakukan
هُوَ فَعَلَ dia (lk) telah melakukan
هِيَ فَعَلَتْ dia (pr) telah melakukan
هُمَا فَعَلَا / فَعَلَتَا mereka berdua (lk/pr) telah melakukan
هُمْ فَعَلُوا mereka (lk) telah melakukan
هُنَّ فَعَلْنَ mereka (pr) telah melakukan

D. BAB III: CARA MENGIDENTIFIKASI FA’IL

1. Fa’il Isim Zhahir

Fa’il isim zhahir dapat dikenali dengan:

  • Berada setelah fi’il
  • Dibaca rafa’ (berakhiran dhammah atau tanda rafa’ lainnya)
  • Merupakan kata benda yang menunjukkan pelaku
  • Contoh: ضَرَبَ زَيْدٌ عَمْرًازَيْدٌ adalah fa’il

2. Fa’il Dhamir Muttashil

Fa’il dhamir muttashil dapat dikenali dengan:

  • Bersambung pada akhir fi’il
  • Berupa dhamir yang dikenal (تُ، تَ، تِ، نَا، وَا، نَ، تْ)
  • Tidak dapat berdiri sendiri
  • Contoh: كَتَبْتُتُ adalah fa’il

3. Fa’il Dhamir Mustatir (Tersirat)

Fa’il dhamir mustatir adalah fa’il yang tidak tampak secara lafaz, tetapi diperkirakan. Terjadi pada:

  • Fi’il mudhari’ yang diawali dengan أ (aku), ن (kami), ي (dia laki-laki), ت (kamu/dia perempuan)
  • Fi’il amr yang ditujukan kepada mudzakkar mufrad
  • Contoh: أَكْتُبُ (aku menulis) – fa’ilnya adalah أَنَا yang tersirat

📌 Fa’il pada Fi’il yang Dibangun untuk Maf’ul (Pasif)

Perlu diingat bahwa ketika fi’il dibangun untuk maf’ul (fi’il pasif), maka fa’il tidak ada. Yang ada adalah na’ibul fa’il (pengganti fa’il). Contoh: ضُرِبَ زَيْدٌ (Zaid dipukul) – زَيْدٌ adalah na’ibul fa’il, bukan fa’il. Perbedaan ini sangat penting dalam meng-i’rab kalimat.

E. BAB IV: CONTOH FA’IL DALAM AL-QUR’AN

1. Fa’il Isim Zhahir: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (QS. Al-Ikhlas: 1) – اللَّهُ adalah fa’il dari قُلْ? Perhatikan: قُلْ adalah fi’il amr, fa’ilnya adalah dhamir mustatir أَنْتَ (kamu).

2. Fa’il Isim Zhahir: وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا (QS. Al-Anbiya: 3) – الَّذِينَ كَفَرُوا adalah fa’il dari قَالَ.

3. Fa’il Dhamir Muttashil: قُلْتُ (QS. Al-A’raf: 105) – تُ adalah fa’il dhamir muttashil (aku).

4. Fa’il Dhamir Mustatir: يَعْلَمُونَ (QS. Al-Baqarah: 9) – fa’ilnya adalah هُمْ yang tersirat.

5. Fa’il Mashdar Muawwal: أَفَلَا يَشْكُرُونَ (QS. Al-Anbiya: 30) – يَشْكُرُونَ adalah fi’il, fa’ilnya هُمْ yang tersirat.

6. Fa’il pada Fi’il Madhi: فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا (QS. An-Naml: 19) – fa’il dari تَبَسَّمَ adalah dhamir mustatir هُوَ (Sulaiman).

💡 Tips Membedakan Fa’il dan Maf’ul

Berikut beberapa tips untuk membedakan fa’il dan maf’ul dalam kalimat verbal:

  1. Fa’il adalah pelaku yang melakukan perbuatan, dibaca rafa’.
  2. Maf’ul adalah objek yang dikenai perbuatan, dibaca nashab.
  3. Contoh: ضَرَبَ زَيْدٌ عَمْرًازَيْدٌ fa’il (pelaku), عَمْرًا maf’ul (objek yang dipukul).
  4. Jika fi’il pasif: ضُرِبَ زَيْدٌزَيْدٌ adalah na’ibul fa’il, bukan fa’il asli.
  5. Fa’il dhamir selalu bersambung pada fi’il, sedangkan maf’ul dhamir dapat bersambung pada fi’il atau berdiri sendiri.

F. BAB V: LATIHAN SEDERHANA

📝 Latihan 1: Identifikasi Fa’il

Tentukan fa’il dalam kalimat berikut dan sebutkan jenisnya (zhahir, dhamir muttashil, dhamir mustatir):

  • قَرَأَ مُحَمَّدٌ الْقُرْآنَ → Fa’il: ___________ (jenis: ___________ )
  • كَتَبْتُ الدَّرْسَ → Fa’il: ___________ (jenis: ___________ )
  • يَكْتُبُ الطَّالِبُ → Fa’il: ___________ (jenis: ___________ )
  • قَامُوا → Fa’il: ___________ (jenis: ___________ )
  • تَذْهَبِينَ إِلَى الْمَدْرَسَةِ → Fa’il: ___________ (jenis: ___________ )

✍️ Latihan 2: Buat Kalimat Verbal

Buatlah kalimat verbal dengan ketentuan berikut:

  • Fi’il madhi + fa’il isim zhahir: _________________________________
  • Fi’il mudhari’ + fa’il dhamir muttashil: _________________________________
  • Fi’il amr + fa’il dhamir mustatir: _________________________________
  • Fi’il madhi + fa’il dhamir muttashil (jamak): _________________________________

🔍 Kunci Jawaban

Latihan 1: مُحَمَّدٌ (zhahir), تُ (dhamir muttashil), الطَّالِبُ (zhahir), وَا (dhamir muttashil), تِ (dhamir muttashil).
Latihan 2: Contoh: قَرَأَ زَيْدٌ, أَقْرَأُ, اِقْرَأْ, قَرَأْنَا.

📌 Renungan Akhir: Menjadi Fa’il dalam Kehidupan

Dalam ilmu nahwu, fa’il adalah pelaku yang melakukan perbuatan. Dalam kehidupan, setiap muslim dituntut untuk menjadi “fa’il” yang aktif dalam kebaikan. Allah SWT berfirman: إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ (Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri). Marilah kita menjadi pelaku (fa’il) perubahan menuju kebaikan, bukan sekadar penonton yang pasif. Aamiin.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (QS. Yusuf: 2)

G. DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an al-Karim.

Ibnu Malik, Muhammad bin Abdullah. (2004). Alfiyah Ibni Malik. Beirut: Dar Al-Fikr.

Al-Asymuni, Ali bin Muhammad. (1998). Syarh Al-Asymuni ‘ala Alfiyah Ibni Malik. Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah.

An-Nahhas, Abu Ja’far. (1995). Syarh Alfiyah Ibni Malik. Beirut: Muassasah ar-Risalah.

Al-Jurjani, Abdul Qahir. (2000). Al-‘Awamil al-Mi’ah. Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah.

Kementerian Agama RI. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: LPMQ.

Ma’hadul Mustaqbal. (2025). Kurikulum Nahwu: Materi Fa’il. Artikel internal.

Penulis: Artikel ini ditulis oleh Tim Pengembangan Konten Pondok Pesantren Masa Depan Ma’hadul Mustaqbal dengan menggunakan referensi kitab tradisional dan modern dengan bantuan article generator AI. Setiap artikel semata untuk kepentingan referensial dan bersifat edukatif baik bagi santri pondok pesantren maupun khalayak umum. Jika ada konten atau pandangan yang tidak berkenan, Tim Pengembangan Konten Pondok Pesantren Masa Depan Ma’hadul Mustaqbal dengan senang hati menerima kritik, saran dan perbaikan yang konstruktif yang bisa dikirimkan ke alamat email resmi pondok di admin@mahadulmustaqbal.com atau hubungi langsung di kontak ini +6285136056172 / +6282342739583. Terima kasih.

🏷️ 30 TAGS ARTIKEL

fa’il
pelaku dalam kalimat verbal
jumlah fi’liyyah
fi’il dan fa’il
fa’il isim zhahir
fa’il dhamir muttashil
fa’il dhamir mustatir
fa’il mashdar muawwal
nahwu
tata bahasa arab
belajar nahwu
ilmu nahwu
ibnu malik alfiyah
alfiyah ibnu malik
i’rab rafa’
fi’il madhi
fi’il mudhari’
fi’il amr
dhamir muttashil
belajar bahasa arab
bahasa arab dasar
gramatikal arab
ma’hadul mustaqbal
pondok pesantren
ilmu alat
kaidah nahwu
contoh fa’il
fa’il dalam al qur’an
pelaku dalam bahasa arab
jumlah fi’liyyah contoh


  • Penulis: mahadulmustaqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less