BHS-40: Idhafah – Kata Majemuk Kepemilikan – Memahami Struktur Kepemilikan dalam Bahasa Arab
- account_circle mahadulmustaqbal
- calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
- visibility 27
- comment 0 komentar

BHS-40: Idhafah – Kata Majemuk Kepemilikan

🖼️ INFORMASI GAMBAR
Alt-text: Ilustrasi diagram yang menunjukkan struktur idhafah (kata majemuk kepemilikan) dalam bahasa Arab dengan contoh mudhaf dan mudhaf ilaih.
Caption: Idhafah (الإضافة) adalah susunan dua kata atau lebih dalam bahasa Arab yang menunjukkan hubungan kepemilikan atau pengkhususan. Idhafah terdiri dari dua komponen utama: mudhaf (kata yang disandarkan) dan mudhaf ilaih (kata yang menjadi sandaran). Idhafah sangat sering muncul dalam Al-Qur’an dan teks Arab lainnya. Memahami idhafah adalah kunci untuk memahami struktur kepemilikan, hubungan antar kata, serta i’rab dalam kalimat bahasa Arab.
Description: Infografis ini menjelaskan tentang idhafah: definisi idhafah, komponen idhafah (mudhaf dan mudhaf ilaih), syarat-syarat, pembagian idhafah (maknawiyyah dan lafdziyyah), hukum i’rab mudhaf dan mudhaf ilaih, serta contoh-contoh dalam Al-Qur’an.
A. PENDAHULUAN: STRUKTUR KEPEMILIKAN DALAM BAHASA ARAB
Dalam bahasa Arab, untuk menyatakan hubungan kepemilikan atau pengkhususan, digunakan struktur yang disebut idhafah (الإضافة). Idhafah adalah susunan dua kata atau lebih di mana kata pertama (mudhaf) disandarkan kepada kata kedua (mudhaf ilaih) sehingga membentuk satu kesatuan makna. Idhafah sangat sering muncul dalam Al-Qur’an, hadits, dan berbagai teks Arab lainnya. Memahami idhafah adalah kunci untuk memahami struktur kepemilikan, hubungan antar kata, serta i’rab dalam kalimat bahasa Arab. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang idhafah: definisi, komponen idhafah, syarat-syarat, pembagian idhafah, hukum i’rab, serta contoh-contoh dalam Al-Qur’an.
Para ulama nahwu mendefinisikan: “الإضافة هي ضم اسم إلى آخر لإفادة تعريف أو تخصيص” “Idhafah adalah menyandarkan suatu isim kepada isim lain untuk memberikan makna definit atau spesifik.”
B. BAB I: PENGERTIAN IDHAFAH
📖 Definisi Idhafah
Idhafah (الإضافة) secara bahasa berarti “penambahan” atau “penyandaran”. Secara istilah dalam ilmu nahwu, idhafah adalah susunan dua isim atau lebih di mana isim pertama (mudhaf) disandarkan kepada isim kedua (mudhaf ilaih) untuk menunjukkan makna kepemilikan atau pengkhususan. Contoh: كِتَابُ زَيْدٍ (buku Zaid) – كِتَابُ adalah mudhaf, زَيْدٍ adalah mudhaf ilaih.
🔍 Komponen Idhafah
Idhafah terdiri dari dua komponen utama:
- Mudhaf (المضاف): Kata yang disandarkan, yaitu isim pertama dalam susunan idhafah. Mudhaf tidak boleh menerima alif lam (ال) dan tidak boleh menerima tanwin.
- Mudhaf Ilaih (المضاف إليه): Kata yang menjadi sandaran, yaitu isim kedua dalam susunan idhafah. Mudhaf ilaih selalu dibaca jar (kasrah atau tanda jar lainnya).
📜 Makna Idhafah
Idhafah dapat menunjukkan beberapa makna:
- Kepemilikan (Milkiyyah): كِتَابُ زَيْدٍ (buku milik Zaid)
- Pengkhususan (Ikhtishash): خَاتَمُ فِضَّةٍ (cincin perak – cincin yang terbuat dari perak)
- Keterangan (Bayaniyyah): شَجَرَةُ الزَّيْتُونِ (pohon zaitun)
- Kedekatan (Zharfiyyah): لَيْلَةُ الْقَدْرِ (malam kemuliaan)
📌 Ciri-Ciri Mudhaf dan Mudhaf Ilaih
Mudhaf memiliki ciri: tidak boleh menerima alif lam (ال), tidak boleh menerima tanwin, dan selalu dibaca sesuai dengan posisinya dalam kalimat. Mudhaf ilaih memiliki ciri: selalu dibaca jar (kasrah atau tanda jar lainnya), dapat berupa isim zhahir, isim dhamir, atau isim maushul, dan dapat berupa idhafah berantai (lebih dari dua kata).
C. BAB II: SYARAT-SYARAT IDHAFAH
1. Mudhaf Harus Berupa Isim (Kata Benda)
Mudhaf harus berupa isim, tidak boleh fi’il atau huruf. Contoh yang benar: كِتَابُ زَيْدٍ (buku Zaid).
2. Mudhaf Tidak Boleh Menerima Alif Lam dan Tanwin
Mudhaf tidak boleh didahului alif lam (ال) dan tidak boleh berakhiran tanwin. Jika mudhaf adalah isim yang biasanya menerima alif lam, maka alif lam-nya dibuang. Contoh: الْكِتَابُ menjadi كِتَابُ زَيْدٍ.
3. Mudhaf Ilaih Harus Berupa Isim (Kata Benda)
Mudhaf ilaih harus berupa isim, dapat berupa isim zhahir, isim dhamir, atau isim maushul. Contoh: كِتَابُهُ (bukunya), كِتَابُ الَّذِي قَرَأَ (buku orang yang membaca).
4. Mudhaf Ilaih Selalu Dibaca Jar
Mudhaf ilaih selalu dalam keadaan majrur (kasrah atau tanda jar lainnya). Contoh: زَيْدٍ pada كِتَابُ زَيْدٍ adalah majrur.
📖 Idhafah Berantai (Idhafah Mutasalsilah)
Idhafah dapat terdiri dari lebih dari dua kata. Dalam idhafah berantai, semua kata kecuali kata terakhir adalah mudhaf, dan kata terakhir adalah mudhaf ilaih. Contoh: كِتَابُ صَدِيقِ زَيْدٍ (buku teman Zaid). Di sini كِتَابُ adalah mudhaf, صَدِيقِ adalah mudhaf pertama dan juga mudhaf ilaih bagi كِتَابُ, dan زَيْدٍ adalah mudhaf ilaih bagi صَدِيقِ. Semua kata kecuali terakhir tidak menerima alif lam dan tanwin.
D. BAB III: PEMBAGIAN IDHAFAH
1. Idhafah Maknawiyyah (الإضافة المعنوية)
Idhafah maknawiyyah adalah idhafah yang memberikan makna kepemilikan atau pengkhususan. Idhafah ini terbagi menjadi dua:
- Idhafah Milkiyyah (Kepemilikan): Menunjukkan kepemilikan hakiki. Contoh: كِتَابُ زَيْدٍ (buku Zaid – milik Zaid)
- Idhafah Ikhtishashiyyah (Pengkhususan): Menunjukkan pengkhususan, bukan kepemilikan hakiki. Contoh: خَاتَمُ فِضَّةٍ (cincin perak), بَابُ حَدِيدٍ (pintu besi)
Dalam idhafah maknawiyyah, mudhaf tidak boleh menerima alif lam dan tanwin, dan mudhaf ilaih adalah penentu makna definit atau indefinit dari mudhaf.
2. Idhafah Lafdziyyah (الإضافة اللفظية)
Idhafah lafdziyyah adalah idhafah yang terjadi ketika mudhaf adalah isim yang menyerupai fi’il (isim fail, isim maf’ul, shifat musyabbahah) dan membutuhkan pelengkap seperti maf’ul bih. Idhafah ini disebut lafdziyyah karena hubungannya hanya secara lafaz, bukan makna. Contoh:
- حَافِظُ الْقُرْآنِ (penghafal Al-Qur’an) – حَافِظُ adalah isim fail, membutuhkan maf’ul bih
- مَكْرُوهُ الْقَوْلِ (perkataan yang dibenci)
Dalam idhafah lafdziyyah, mudhaf boleh menerima alif lam dan tanwin, dan maknanya tidak menjadi definit hanya karena idhafah.
📌 Perbedaan Idhafah Maknawiyyah dan Lafdziyyah
| Aspek | Idhafah Maknawiyyah | Idhafah Lafdziyyah |
|---|---|---|
| Makna | Kepemilikan atau pengkhususan | Hubungan antara isim yang menyerupai fi’il dengan pelengkapnya |
| Mudhaf menerima alif lam | Tidak boleh | Boleh |
| Mudhaf menerima tanwin | Tidak boleh | Boleh |
| Contoh | كِتَابُ زَيْدٍ | حَافِظُ الْقُرْآنِ |
E. BAB IV: HUKUM I’RAB DALAM IDHAFAH
📖 I’rab Mudhaf
Mudhaf mengikuti posisinya dalam kalimat. Ia dapat dibaca rafa’, nashab, atau jar tergantung dari ‘amil yang memasukinya. Contoh:
- جَاءَ كِتَابُ زَيْدٍ (buku Zaid telah datang) – كِتَابُ rafa’ karena menjadi fa’il
- رَأَيْتُ كِتَابَ زَيْدٍ (aku melihat buku Zaid) – كِتَابَ nashab karena menjadi maf’ul bih
- مَرَرْتُ بِكِتَابِ زَيْدٍ (aku melewati buku Zaid) – كِتَابِ jar karena dimasuki huruf jar
📖 I’rab Mudhaf Ilaih
Mudhaf ilaih selalu dibaca jar (kasrah atau tanda jar lainnya). Jika mudhaf ilaih adalah isim mufrad, maka i’rabnya dengan kasrah. Contoh: كِتَابُ زَيْدٍ. Jika mudhaf ilaih adalah isim mutsanna, maka i’rabnya dengan ya’. Contoh: كِتَابُ الزَّيْدَيْنِ. Jika mudhaf ilaih adalah jamak mudzakkar salim, maka i’rabnya dengan ya’. Contoh: كِتَابُ الْمُسْلِمِينَ.
📖 Idhafah dengan Dhamir
Jika mudhaf ilaih berupa dhamir (kata ganti), maka dhamir tersebut dibaca sesuai dengan bentuknya. Contoh:
- كِتَابُهُ (bukunya) – dhamir هُ adalah mudhaf ilaih
- كِتَابُكَ (bukumu) – dhamir كَ adalah mudhaf ilaih
- كِتَابِي (bukuku) – dhamir ي adalah mudhaf ilaih
- كِتَابُنَا (buku kami) – dhamir نَا adalah mudhaf ilaih
💡 Kaidah Penting: Alif Lam pada Mudhaf
Dalam idhafah maknawiyyah, mudhaf tidak boleh menerima alif lam. Namun, ke-definit-an mudhaf ditentukan oleh mudhaf ilaih. Jika mudhaf ilaih adalah isim makrifah (definit), maka mudhaf menjadi makrifah. Jika mudhaf ilaih adalah isim nakirah (indefinit), maka mudhaf menjadi nakirah. Contoh:
- كِتَابُ زَيْدٍ (buku Zaid) – makrifah karena mudhaf ilaih makrifah
- كِتَابُ رَجُلٍ (buku seorang laki-laki) – nakirah karena mudhaf ilaih nakirah
F. BAB V: CONTOH IDHAFAH DALAM AL-QUR’AN
1. Idhafah Maknawiyyah (Milkiyyah): رَبِّ الْعَالَمِينَ (QS. Al-Fatihah: 2) – رَبِّ mudhaf, الْعَالَمِينَ mudhaf ilaih.
2. Idhafah Maknawiyyah (Milkiyyah): مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (QS. Al-Fatihah: 4) – مَالِكِ mudhaf, يَوْمِ mudhaf ilaih, dan يَوْمِ juga mudhaf bagi الدِّينِ (idhafah berantai).
3. Idhafah Maknawiyyah (Ikhtishash): شَجَرَةِ الزَّيْتُونِ (QS. At-Tin: 1) – شَجَرَةِ mudhaf, الزَّيْتُونِ mudhaf ilaih (pengkhususan).
4. Idhafah Lafdziyyah: حَافِظِي الْحُدُودِ (QS. At-Taubah: 112) – حَافِظِي adalah isim fail, الْحُدُودِ adalah maf’ul bih-nya.
5. Idhafah dengan Dhamir: كِتَابُهُ (QS. Al-Kahfi: 49) – كِتَابُ mudhaf, هُ mudhaf ilaih dhamir.
6. Idhafah Berantai: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ (QS. Al-Fatihah: 1) – بِسْمِ adalah jar-majrur, اللَّهِ mudhaf ilaih, dan الرَّحْمَٰنِ serta الرَّحِيمِ adalah na’at yang mengikuti jar.
📌 Renungan Akhir: Hakikat Kepemilikan
Dalam idhafah, kita belajar tentang struktur kepemilikan dalam bahasa Arab. Namun dalam kehidupan, hakikat kepemilikan sejati adalah milik Allah semata. Allah SWT berfirman: لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ (Milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi). Segala sesuatu yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah. Semoga kita senantiasa bersyukur dan menggunakan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Aamiin.
لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ
“Milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi. Dan jika kamu menyatakan apa yang ada dalam hatimu atau menyembunyikannya, niscaya Allah akan memperhitungkannya.” (QS. Al-Baqarah: 284)
G. BAB VI: LATIHAN SEDERHANA
📝 Latihan 1: Identifikasi Mudhaf dan Mudhaf Ilaih
Tentukan mudhaf dan mudhaf ilaih dalam kalimat berikut:
- كِتَابُ زَيْدٍ → Mudhaf: ___________ Mudhaf Ilaih: ___________
- رَبِّ الْعَالَمِينَ → Mudhaf: ___________ Mudhaf Ilaih: ___________
- بَيْتُ اللَّهِ → Mudhaf: ___________ Mudhaf Ilaih: ___________
- كِتَابُهُ → Mudhaf: ___________ Mudhaf Ilaih: ___________
- صَدِيقُ أَبِيكَ → Mudhaf: ___________ Mudhaf Ilaih: ___________
✍️ Latihan 2: Buat Kalimat Idhafah
Buatlah kalimat dengan ketentuan idhafah berikut:
- Idhafah Milkiyyah: _________________________________
- Idhafah Ikhtishashiyyah: _________________________________
- Idhafah dengan Dhamir: _________________________________
- Idhafah Berantai: _________________________________
🔍 Kunci Jawaban
Latihan 1: كِتَابُ dan زَيْدٍ, رَبِّ dan الْعَالَمِينَ, بَيْتُ dan اللَّهِ, كِتَابُ dan هُ, صَدِيقُ dan أَبِيكَ.
Latihan 2: Contoh: كِتَابُ مُحَمَّدٍ, خَاتَمُ فِضَّةٍ, كِتَابُهُ, كِتَابُ صَدِيقِ زَيْدٍ.
📌 Renungan Akhir: Belajar Idhafah untuk Memahami Al-Qur’an
Idhafah adalah salah satu struktur terpenting dalam bahasa Arab. Dengan memahami idhafah, kita dapat lebih mudah memahami ayat-ayat Al-Qur’an, terutama yang berkaitan dengan nama-nama Allah, sifat-sifat-Nya, dan hubungan antar makhluk. Semoga Allah memudahkan kita dalam mempelajari bahasa Al-Qur’an dan memahami pesan-pesan-Nya. Aamiin.
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (QS. Yusuf: 2)
H. DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an al-Karim.
Ibnu Malik, Muhammad bin Abdullah. (2004). Alfiyah Ibni Malik. Beirut: Dar Al-Fikr.
Al-Asymuni, Ali bin Muhammad. (1998). Syarh Al-Asymuni ‘ala Alfiyah Ibni Malik. Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah.
An-Nahhas, Abu Ja’far. (1995). Syarh Alfiyah Ibni Malik. Beirut: Muassasah ar-Risalah.
Al-Jurjani, Abdul Qahir. (2000). Al-‘Awamil al-Mi’ah. Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah.
Kementerian Agama RI. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: LPMQ.
Ma’hadul Mustaqbal. (2025). Kurikulum Nahwu: Materi Idhafah. Artikel internal.
Penulis: Artikel ini ditulis oleh Tim Pengembangan Konten Pondok Pesantren Masa Depan Ma’hadul Mustaqbal dengan menggunakan referensi kitab tradisional dan modern dengan bantuan article generator AI. Setiap artikel semata untuk kepentingan referensial dan bersifat edukatif baik bagi santri pondok pesantren maupun khalayak umum. Jika ada konten atau pandangan yang tidak berkenan, Tim Pengembangan Konten Pondok Pesantren Masa Depan Ma’hadul Mustaqbal dengan senang hati menerima kritik, saran dan perbaikan yang konstruktif yang bisa dikirimkan ke alamat email resmi pondok di admin@mahadulmustaqbal.com atau hubungi langsung di kontak ini +6285136056172 / +6282342739583. Terima kasih.
- Penulis: mahadulmustaqbal

Saat ini belum ada komentar