Breaking News
light_mode
Istilah Penting
Beranda » BIOGRAFI » BIO-05: Kisah Utsman bin Affan – Sang Dermawan Pemilik Dua Cahaya – Meneladani Perjalanan Hidup Khalifah Ketiga yang Berjasa Membukukan Al-Qur’an – Mengenal Sosok Dermawan yang Mendapat Kehormatan Menikahi Dua Putri Rasulullah dan Syahid di Tangan Pemberontak

BIO-05: Kisah Utsman bin Affan – Sang Dermawan Pemilik Dua Cahaya – Meneladani Perjalanan Hidup Khalifah Ketiga yang Berjasa Membukukan Al-Qur’an – Mengenal Sosok Dermawan yang Mendapat Kehormatan Menikahi Dua Putri Rasulullah dan Syahid di Tangan Pemberontak

  • account_circle mahadulmustaqbal
  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar






BIO-05: Kisah Utsman bin Affan – Sang Dermawan Pemilik Dua Cahaya – Ma’hadul Mustaqbal


BIO-05: Kisah Utsman bin Affan – Sang Dermawan Pemilik Dua Cahaya – Meneladani Perjalanan Hidup Khalifah Ketiga yang Berjasa Membukukan Al-Qur’an

Mengenal Sosok Dermawan yang Mendapat Kehormatan Menikahi Dua Putri Rasulullah dan Syahid di Tangan Pemberontak


🖼️ INFORMASI GAMBAR

Alt-text: Kaligrafi nama Utsman bin Affan dengan latar belakang mushaf Al-Qur’an yang terbuka, melambangkan jasa besarnya dalam kodifikasi Al-Qur’an

Caption: Utsman bin Affan adalah khalifah ketiga yang berkuasa paling lama (12 tahun). Kedermawanannya, rasa malunya, dan jasanya dalam membukukan Al-Qur’an menjadikannya salah satu sahabat paling utama.

Description: Foto ini menampilkan kaligrafi indah nama “Utsman bin Affan” dengan gaya kaligrafi Tsuluts berwarna emas yang megah. Di latar belakang terlihat mushaf Al-Qur’an yang terbuka, dengan ayat-ayat yang indah, melambangkan jasa terbesar Utsman dalam mengkodifikasi Al-Qur’an dalam satu mushaf yang dikenal sebagai Mushaf Utsmani. Warna hijau dan emas mendominasi, menciptakan kesan kemuliaan dan keagungan. Cahaya lembut yang memancar dari mushaf melambangkan cahaya Al-Qur’an yang abadi berkat jasanya. Foto ini merepresentasikan kedudukan agung Utsman di sisi Allah dan Rasul-Nya, serta kecintaan umat Islam kepadanya sebagai salah satu pemimpin terbesar dalam sejarah.

A. PENDAHULUAN

Di antara para sahabat Nabi yang mulia, Utsman bin Affan menempati posisi yang sangat istimewa. Ia adalah satu-satunya sahabat yang mendapat kehormatan menikahi dua putri Rasulullah ﷺ secara berturut-turut, sehingga ia dijuluki Dzun Nurain (Pemilik Dua Cahaya). Ia adalah seorang saudagar kaya raya yang seluruh hartanya ia infakkan untuk kepentingan Islam. Ia adalah khalifah ketiga yang berkuasa paling lama dalam sejarah Khulafaur Rasyidin, yaitu selama 12 tahun [citation:1]. Dan yang paling monumental, di tangannyalah Al-Qur’an berhasil dibukukan dalam satu mushaf yang seragam, yang dikenal dengan Mushaf Utsmani, dan tetap kita gunakan hingga hari ini [citation:4][citation:8].

Rasulullah ﷺ sendiri memberikan pujian yang sangat tinggi kepada Utsman. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Aisyah RA bertanya kepada Nabi, “Abu Bakar masuk tetapi engkau biasa saja dan tidak memberi perhatian khusus, lalu Umar masuk engkau pun biasa saja dan tidak memberi perhatian khusus. Akan tetapi ketika Utsman masuk engkau terus duduk dan membetulkan pakaian, mengapa?” Rasulullah menjawab, “Apakah aku tidak malu terhadap orang yang malaikat saja malu kepadanya?” [citation:5].

Artikel ini akan mengupas secara komprehensif perjalanan hidup Utsman bin Affan, mulai dari nasab dan kelahirannya, keislamannya, kedermawanannya yang legendaris, perjuangan bersama Nabi, masa kekhalifahan yang penuh prestasi, hingga wafatnya yang syahid di tangan para pemberontak.

B. NASAB, KELAHIRAN, DAN KEHIDUPAN SEBELUM ISLAM

Nama lengkap Utsman adalah Utsman bin Affan bin Abi Al-Ash bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab. Nasabnya bertemu dengan Rasulullah ﷺ pada kakeknya Abdu Manaf [citation:1][citation:5]. Ia lahir di Tha’if pada tahun 576 Masehi (47 SH) [citation:5][citation:10].

Ayahnya bernama Affan bin Abi al-Ash, seorang saudagar kaya dari Bani Umayyah, sementara ibunya bernama Arwa binti Kuraiz, dari Bani Abdu Syams. Dengan demikian, Utsman berasal dari dua keluarga kaya dan terpandang di Mekkah [citation:1][citation:5].

Sejak kecil, Utsman mendapatkan pendidikan yang baik. Ia tercatat sebagai salah satu dari 22 orang Mekkah yang pandai membaca dan menulis [citation:5][citation:10]. Ketika ayahnya meninggal di usia muda, Utsman mewarisi harta yang cukup besar. Berbekal warisan tersebut, ia memantapkan diri sebagai seorang pedagang, seperti ayahnya. Bisnisnya berkembang pesat hingga ke negeri Syam, Yaman, dan Habasyah, menjadikannya salah satu orang terkaya di kalangan Quraisy [citation:5][citation:10].

Meski kaya raya, Utsman dikenal sebagai pribadi yang rendah hati, pemalu, dan dermawan. Kedermawanannya sudah terkenal di seluruh penjuru Mekkah sebelum ia masuk Islam [citation:1][citation:10].

C. MASUK ISLAMNYA UTSMAN

Utsman bin Affan termasuk golongan as-sabiqun al-awwalun, yaitu orang-orang yang pertama kali memeluk Islam. Sekembalinya dari perjalanan bisnis ke Suriah pada tahun 611 M, ia mendengar tentang misi kenabian Muhammad ﷺ. Ia pun mendatangi sahabat dekatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq, untuk menanyakan kebenaran berita tersebut [citation:1][citation:5].

Setelah diyakinkan oleh Abu Bakar, Utsman pun memutuskan untuk masuk Islam. Abu Bakar kemudian membawanya bertemu dengan Rasulullah ﷺ, dan di hadapan beliau, Utsman mengucapkan dua kalimat syahadat. Saat itu usianya sekitar 34 tahun [citation:1][citation:6].

Keputusan Utsman masuk Islam membuat marah keluarganya, terutama dari Bani Umayyah yang saat itu sangat menentang dakwah Nabi Muhammad. Namun Utsman tetap teguh pada keimanannya dan terus mendukung perjuangan Rasulullah [citation:1].

D. JULUKAN DZUN NURAIN (PEMILIK DUA CAHAYA)

Julukan Dzun Nurain (pemilik dua cahaya) disematkan kepada Utsman karena ia mendapat kehormatan menikahi dua putri Rasulullah ﷺ secara berturut-turut [citation:2][citation:5].

Pertama, Utsman menikah dengan Ruqayyah binti Muhammad. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai seorang putra bernama Abdullah. Karena itulah Utsman memiliki kunyah (panggilan) Abu Abdullah. Sayangnya, Abdullah meninggal saat masih kecil [citation:2].

Ketika Perang Badar berkecamuk, Ruqayyah sedang sakit keras hingga akhirnya wafat. Rasulullah ﷺ memerintahkan Utsman untuk tetap tinggal di Madinah merawat istrinya, sehingga Utsman tidak ikut serta dalam Perang Badar. Namun Rasulullah tetap memberinya bagian pahala dan harta rampasan perang sebagai penghormatan [citation:5].

Setelah Ruqayyah wafat, Rasulullah ﷺ menikahkan Utsman dengan putrinya yang lain, Ummu Kultsum binti Muhammad. Dengan demikian, Utsman menjadi satu-satunya sahabat yang menikahi dua putri Rasulullah. Inilah sebabnya ia dijuluki Dzun Nurain [citation:2][citation:5].

E. KEDARMAWANAN UTSMAN YANG LEGENDARIS

Utsman bin Affan dikenal sebagai saudagar kaya yang sangat dermawan. Beberapa kisah kedermawanannya yang masyhur antara lain:

1. Membeli Sumur Raumah

Ketika kaum muslimin hijrah ke Madinah, mereka kesulitan mendapatkan air tawar karena satu-satunya sumber air adalah sumur Raumah milik seorang Yahudi yang menjual air dengan harga mahal. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa membeli sumur Raumah dan menjadikan gayungnya bersama gayung kaum muslimin, maka baginya surga.” Mendengar sabda ini, Utsman segera membeli sumur tersebut seharga 35.000 dirham (setara dengan ratusan juta rupiah) dan mewakafkannya untuk kepentingan umum [citation:5][citation:6].

2. Infak Besar untuk Perang Tabuk

Perang Tabuk terjadi di saat paceklik dan kondisi ekonomi yang sulit, sehingga disebut Jaisyul ‘Usrah (pasukan masa sulit). Rasulullah ﷺ berseru kepada para sahabat untuk berinfak, “Barangsiapa yang menyiapkan jaisyul usrah, maka baginya surga.” [citation:6].

Utsman bin Affan segera datang membawa 1.000 dinar emas dan menuangkannya di pangkuan Rasulullah. Beliau terus menambahkan hingga total infaknya mencapai 950 ekor unta, 70 ekor kuda, dan 1.000 dirham tambahan. Nilai seluruh infaknya setara dengan sepertiga biaya perang Tabuk. Melihat kedermawanan ini, Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah memudharatkan Utsman apa yang ia lakukan setelah ini.” [citation:5][citation:6].

3. Memperluas Masjid Nabawi

Ketika jumlah kaum muslimin semakin bertambah dan Masjid Nabawi tidak lagi dapat menampung jamaah, Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa membeli tanah milik keluarga fulan lalu menambahkannya untuk perluasan masjid, maka ia akan mendapat surga.” Utsman pun segera membeli tanah tersebut dari hartanya sendiri dan mewakafkannya untuk perluasan masjid [citation:6].

4. Membantu Korban Paceklik

Pada masa pemerintahan Abu Bakar, terjadi musim kering yang panjang. Utsman mengirimkan 1.000 unta yang sarat dengan bahan makanan untuk membantu kaum miskin yang menderita [citation:5].

F. PERJUANGAN UTSMAN DI MASA NABI

1. Hijrah ke Habasyah

Ketika tekanan kaum Quraisy terhadap umat Islam semakin keras, Rasulullah ﷺ memerintahkan para sahabat untuk hijrah ke Habasyah (Etiopia). Utsman bersama istrinya, Ruqayyah, termasuk dalam rombongan pertama yang berhijrah pada tahun 615 M. Di sana, Utsman terus menjalankan profesinya sebagai pedagang dan berkembang pesat karena ia telah memiliki jaringan bisnis sebelumnya [citation:5].

Setelah beberapa tahun, tersiar kabar bahwa kaum Quraisy telah masuk Islam. Utsman dan rombongan pun kembali ke Mekkah, namun ternyata kabar itu tidak benar. Meski demikian, mereka tetap tinggal di Mekkah hingga akhirnya hijrah ke Madinah [citation:5].

2. Hijrah ke Madinah

Pada tahun 622 M, Utsman dan Ruqayyah termasuk dalam kelompok ketiga yang berhijrah ke Madinah. Sesampainya di sana, ia tinggal bersama Abu Thalhah bin Tsabit sebelum akhirnya membeli rumah sendiri. Kekayaannya yang besar membuatnya tidak membutuhkan bantuan ekonomi dari saudara-saudara Anshar [citation:5].

3. Peristiwa Hudaibiyah

Pada peristiwa Hudaibiyah, Rasulullah ﷺ mengutus Utsman untuk menemui Abu Sufyan di Mekkah. Utsman diperintahkan untuk menegaskan bahwa rombongan muslimin hanya akan beribadah di Ka’bah, lalu segera kembali ke Madinah, bukan untuk memerangi penduduk Mekkah. Dalam penantian kembalinya Utsman, tersiar kabar bahwa ia telah dibunuh, yang kemudian memicu terjadinya Bai’at Ridwan [citation:1][citation:5].

G. MASA KEKHALIFAHAN UTSMAN

Setelah Umar bin Khattab wafat karena ditikam, diadakan musyawarah untuk memilih khalifah selanjutnya. Enam calon diusulkan: Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, Zubair bin Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah. Empat di antaranya mengundurkan diri, sehingga tersisa Utsman dan Ali. Berdasarkan pemilihan suara, Utsman yang meraih suara terbanyak dan diangkat menjadi khalifah ketiga pada usia 70 tahun, tepatnya pada bulan Muharram 24 H [citation:1][citation:6].

Utsman menjadi khalifah dengan masa kekuasaan terlama dalam sejarah Khulafaur Rasyidin, yaitu selama 12 tahun (644-656 M) [citation:1][citation:5]. Masa kekhalifahannya disebut sebagai masa yang paling mengagumkan dalam hal perluasan wilayah dan kesejahteraan umat [citation:9].

1. Perluasan Wilayah Islam

Pada masa Utsman, wilayah Islam meluas dengan pesat. Hasan al-Bashri berkata, “Hampir setiap hari orang-orang ketika itu berbagi harta benda. Sampai-sampai ada yang memanggil-manggil: ‘Ke sinilah, wahai para hamba Allah, ambil madu bagianmu! Ke sinilah wahai para hamba Allah! Ambil harta benda bagianmu.'” [citation:9].

Beberapa penaklukan besar di masa Utsman antara lain:

  • 24 H – Penaklukan Armenia dan Azerbaijan
  • 25 H – Penaklukan Rayy dan Hamadan
  • 27 H – Penaklukan Qashthanthiniyyah (Constantinople) melalui laut
  • 28 H – Penaklukan Khurasan dan Marwa
  • 29 H – Penaklukan Syam (Suriah) dan Persia
  • 30 H – Penaklukan Afrika Utara dan Baitul Maqdis
  • 31 H – Penaklukan Thabaristan dan Iskandariah
  • 32 H – Penaklukan Sijistan dan Kabul
  • 33 H – Penaklukan Tharaz dan Farghanah
  • 34 H – Penaklukan Armenia Besar

Utsman juga mengizinkan Mu’awiyah untuk melakukan ekspedisi militer melalui laut, yang sebelumnya dilarang oleh Umar. Berkat kebijakan ini, pasukan Islam berhasil menaklukkan Siprus dan Rhodes, serta terlibat dalam perang besar Dzatush Shawari [citation:9].

2. Jasa Terbesar: Kodifikasi Al-Qur’an (Mushaf Utsmani)

Jasa terbesar Utsman bin Affan yang tak terlupakan hingga akhir zaman adalah perintahnya untuk mengumpulkan dan menyeragamkan mushaf Al-Qur’an [citation:4][citation:8].

Latar belakangnya adalah ketika Islam semakin meluas, para sahabat menyebar ke berbagai wilayah dan mengajarkan Al-Qur’an dengan qiraat (bacaan) yang berbeda-beda. Penduduk Suriah menggunakan qiraat versi Ubay bin Ka’b, penduduk Kufah menggunakan qiraat versi Abdullah bin Mas’ud, dan seterusnya. Perbedaan ini mulai menimbulkan perselisihan, bahkan saling menganggap qiraatnya yang paling benar [citation:8].

Hudzaifah bin Yaman yang ikut serta dalam misi penaklukan Armenia dan Azerbaijan melaporkan hal ini kepada Khalifah Utsman. Utsman segera bertindak. Ia meminjam mushaf yang disimpan oleh Hafshah binti Umar (putri Umar dan istri Nabi) yang merupakan hasil kodifikasi di masa Abu Bakar [citation:8].

Utsman kemudian membentuk panitia penulisan mushaf yang terdiri dari Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Sa’id bin al-Ash, dan Abdurrahman bin Harits bin Hisyam. Ia berpesan, “Jika kalian berbeda pendapat dengan Zaid bin Tsabit tentang sesuatu dalam Al-Qur’an, tulislah dalam bahasa Quraisy, karena ia diturunkan dalam bahasa mereka.” [citation:4].

Pengumpulan dan penyalinan Al-Qur’an dimulai pada akhir tahun 24 H dan awal tahun 25 H. Setelah selesai, Utsman mengirimkan beberapa salinan mushaf ke berbagai wilayah (Mekkah, Syam, Yaman, Bahrain, Kufah, Basrah) dan memerintahkan agar mushaf-mushaf lain yang berbeda dibakar atau dihilangkan demi menyatukan umat [citation:4][citation:8]. Inilah asal muasal Mushaf Utsmani yang menjadi standar Al-Qur’an di seluruh dunia hingga hari ini.

3. Pembangunan Infrastruktur

Utsman adalah khalifah pertama yang melakukan perluasan Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah karena semakin ramainya umat Islam yang menjalankan ibadah haji. Ia juga mencetuskan ide pembentukan polisi keamanan, membuat bangunan khusus untuk mahkamah (pengadilan) yang sebelumnya dilakukan di masjid, serta membangun armada laut yang kuat [citation:5][citation:6].

4. Kebijakan Pengangkatan Pejabat

Selama masa jabatannya, Utsman banyak mengganti gubernur wilayah yang dianggap kurang cakap dan menggantinya dengan orang-orang yang lebih kredibel, termasuk dari kalangan keluarganya sendiri seperti Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan Abdullah bin Amir. Namun kebijakan ini kemudian menjadi sumber ketidakpuasan dan fitnah di kemudian hari [citation:1][citation:5].

H. FITNAH DAN PENGEPUNGAN TERHADAP UTSMAN

Pada masa akhir pemerintahannya, muncul kelompok-kelompok yang tidak puas terhadap kebijakan Utsman. Fitnah dan isu mulai menyebar, terutama dari kelompok politik Mesir. Sekitar 1.000 pasukan dikirim dari Mesir ke Madinah dengan tujuan untuk membunuh Utsman dan menggulingkan kekuasaannya [citation:1].

Rumah Utsman dikepung oleh para pemberontak selama 40 hari, dimulai dari bulan Ramadhan hingga Dzulhijjah. Utsman diberi dua pilihan: mengundurkan diri atau dibunuh. Meskipun ia memiliki kekuatan untuk melawan, Utsman menolak untuk menumpahkan darah sesama muslim. Ia mengingat pesan Rasulullah ﷺ yang disampaikan dalam sabdanya, “Wahai Utsman, jika pada suatu hari nanti Allah menguasakanmu atas perkara ini, lalu orang-orang munafik ingin agar engkau melepaskan jubah yang Allah telah memakaikannya untukmu, maka janganlah engkau lakukan.” Beliau mengulangi hal itu hingga tiga kali [citation:3].

Dalam pengepungan itu, Utsman dengan tegas berkata, “Aku tidak akan melepas pakaian yang telah Allah berikan kepadaku (kekhalifahan).” [citation:3].

Abdullah bin Salam, seorang sahabat dari Bani Israil, datang untuk menolong Utsman. Namun Utsman justru menyuruhnya keluar dan menghadapi para pemberontak, karena ia tidak ingin pertumpahan darah terjadi di dekatnya [citation:7].

I. WAFATNYA UTSMAN SECARA SYAHID

Pada hari Jumat, 18 Dzulhijjah 35 H (17 Juni 656 M), para pemberontak berhasil memanjat dinding belakang rumah Utsman yang dijaga ketat. Mereka masuk ke dalam kamarnya dan memukul kepala Utsman hingga wafat [citation:1]. Saat itu, Utsman sedang berpuasa dan membaca Al-Qur’an. Darahnya menetes hingga membasahi mushaf yang sedang dibacanya, tepat pada ayat,

فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 137) [citation:6].

Di malam harinya, Utsman bermimpi bertemu Rasulullah ﷺ yang bersabda, “Wahai Utsman, berbukalah bersama kami.” Keesokan harinya ia berpuasa dan wafat di hari itu juga sebagai syahid [citation:6].

Utsman wafat pada usia 82 tahun. Jenazahnya disemayamkan oleh para pendukungnya dan dikebumikan di pemakaman Baqi’, tanpa sempat dishalatkan secara berjamaah karena situasi yang kacau. Ia menjadi khalifah pertama yang meninggal secara syahid di tangan sesama muslim [citation:1][citation:5].

J. KETELADANAN DARI KEHIDUPAN UTSMAN

Dari perjalanan hidup Utsman bin Affan, kita dapat mengambil banyak pelajaran:

1. Kedermawanan yang Ikhlas

Utsman mengajarkan bahwa harta adalah amanah yang harus digunakan untuk kepentingan umat. Ia tidak menunggu kaya untuk bersedekah, tetapi sejak muda ia telah terbiasa berbagi. Kedermawanannya selalu dikaitkan dengan janji surga dari Rasulullah, menunjukkan bahwa ia berinfak bukan karena pamrih dunia, tetapi karena iman [citation:6].

2. Rasa Malu yang Tinggi

Utsman adalah sahabat yang paling pemalu. Bahkan malaikat pun malu kepadanya. Rasa malu ini menjaganya dari perbuatan dosa dan membuatnya selalu berhati-hati dalam bertindak. Ini mengajarkan bahwa rasa malu adalah bagian dari iman [citation:5].

3. Ketaatan pada Wasiat Nabi

Dalam menghadapi fitnah dan pengepungan, Utsman tetap teguh pada wasiat Rasulullah untuk tidak melepaskan jabatan khilafah. Ia lebih memilih mati syahid daripada menumpahkan darah umat Islam demi mempertahankan kekuasaan. Ini adalah teladan tentang bagaimana seorang pemimpin harus mengutamakan persatuan umat [citation:3].

4. Kecintaan pada Al-Qur’an

Utsman sangat intens berinteraksi dengan Al-Qur’an. Ia sering mengkhatamkan Al-Qur’an dalam satu malam, bahkan dalam sekali duduk. Ucapan masyhurnya, “Kalau hati kita bersih, maka kita tidak akan pernah kenyang dengan Al-Qur’an” menjadi motivasi bagi kita untuk terus membaca dan merenungkan Al-Qur’an [citation:6].

5. Kesabaran Menghadapi Fitnah

Sepanjang masa kepemimpinannya, Utsman menghadapi berbagai fitnah dan tuduhan. Namun ia tetap bersabar dan tidak membalas keburukan dengan keburukan. Kesabarannya ini adalah pelajaran berharga bagi setiap pemimpin [citation:3].

K. KESIMPULAN

Utsman bin Affan adalah sosok agung yang jasanya tidak ternilai bagi umat Islam. Kedermawanannya yang legendaris, rasa malunya yang tinggi, dan kecintaannya pada Al-Qur’an menjadi teladan sepanjang masa. Di tangannya, Al-Qur’an berhasil dibukukan dalam satu mushaf yang seragam, sehingga umat Islam terhindar dari perpecahan dalam hal bacaan Al-Qur’an [citation:4][citation:8].

Di masa kekhalifahannya, wilayah Islam meluas pesat hingga ke Afrika Utara dan Persia, kesejahteraan umat mencapai puncaknya, dan berbagai infrastruktur dibangun [citation:9]. Namun ia juga menghadapi fitnah terbesar dalam sejarah Islam, yang berakhir dengan kesyahidannya di tangan para pemberontak.

Semoga kita dapat meneladani sifat-sifat mulia Utsman bin Affan, terutama kedermawanan, kecintaan pada Al-Qur’an, dan kesabaran dalam menghadapi cobaan. Semoga Allah mengumpulkan kita bersama beliau, bersama Rasulullah ﷺ, dan bersama Khulafaur Rasyidin lainnya di surga-Nya kelak. Aamiin.

اللَّهُمَّ اجْمَعْنَا بِعُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ

“Ya Allah, kumpulkanlah kami bersama Utsman bin Affan di surga yang penuh kenikmatan.”

L. DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an Al-Karim dan terjemahnya.

Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail. Shahih Al-Bukhari. Beirut: Dar Ibn Katsir, 2002.

Muslim bin Hajjaj. Shahih Muslim. Beirut: Dar Ihya at-Turats al-‘Arabi, 2000.

Kompas.com. “Utsman bin Affan, Khulafaur Rasyidin Pemilik Dua Cahaya.” 2021. [citation:1]

Republika.co.id. “Julukan Bagi Utsman Karena Menikahi Putri Nabi.” 2021. [citation:2]

Republika.co.id. “5 Keutamaan Utsman bin Affan, Sahabat Pemilik Dua Cahaya.” 2021. [citation:3]

Wikipedia. “Mushaf Utsmani.” [citation:4]

Wikipedia. “Utsman bin Affan.” [citation:5]

Wahdah Inspirasi Zakat. “Utsman bin Affan, Dermawan yang Cinta Al-Qur’an.” 2015. [citation:6]

Kompas.com. “Sejarah Kodifikasi Al-Qur’an pada Masa Utsman bin Affan.” 2022. [citation:8]

Republika.co.id. “Kesejahteraan yang Dicapai Umat Islam di Masa Utsman bin Affan.” 2022. [citation:9]

Kompas.com. “Biografi Utsman bin Affan, Sang Pemilik Dua Cahaya.” 2022. [citation:10]

Ibnu Katsir, Ismail bin Umar. Al-Bidayah wa an-Nihayah. Kairo: Dar al-Hadits, 2003.

Ash-Shallabi, Ali Muhammad. Biografi Utsman bin Affan. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2018.

Penulis: Artikel ini ditulis oleh Tim Pengembangan Konten Pondok Pesantren Online Masa Depan Ma’hadul Mustaqbal dengan menggunakan referensi kitab tradisional dan modern dengan bantuan article generator AI. Setiap artikel semata untuk kepentingan referensial dan bersifat edukatif baik bagi santri pondok pesantren maupun khalayak umum. Jika ada konten atau pandangan yang tidak berkenan, Tim Pengembangan Konten Pondok Pesantren Online Masa Depan Ma’hadul Mustaqbal dengan senang hati menerima kritik, saran dan perbaikan yang konstruktif yang bisa dikirimkan ke alamat email resmi pondok di admin@mahadulmustaqbal.com atau hubungi langsung di kontak ini +6285136056172 / +6282342739583. Terima kasih.

🏷️ 30 TAGS ARTIKEL

Utsman bin Affan
Khalifah Ketiga
Sahabat Nabi
Khulafaur Rasyidin
Dzun Nurain
Pemilik Dua Cahaya
Ruqayyah binti Muhammad
Ummu Kultsum binti Muhammad
Kedermawanan Utsman
Sumur Raumah
Perang Tabuk
Jaisyul Usrah
Kodifikasi Al-Qur’an
Mushaf Utsmani
Zaid bin Tsabit
Perluasan Masjidil Haram
Perluasan Masjid Nabawi
Penaklukan Islam
Penaklukan Persia
Penaklukan Afrika Utara
Mu’awiyah bin Abi Sufyan
Fitnah Kubra
Pengepungan Rumah Utsman
Wafatnya Utsman
Pemakaman Baqi’
Malaikat Malu kepada Utsman
As-Sabiqun al-Awwalun
Hijrah ke Habasyah
Bai’at Ridwan
Peristiwa Hudaibiyah


  • Penulis: mahadulmustaqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • QRN-87: Tafsir Ayat-Ayat tentang Hijab dan Menutup Aurat

    QRN-87: Tafsir Ayat-Ayat tentang Hijab dan Menutup Aurat

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle mahadulmustaqbal
    • visibility 9
    • 0Komentar

    QRN-87: Tafsir Ayat-Ayat tentang Hijab dan Menutup Aurat – Ma’hadul Mustaqbal QRN-87: Tafsir Ayat-Ayat tentang Hijab dan Menutup Aurat 🖼️ INFORMASI GAMBAR Alt-text: Ilustrasi tematik tafsir Al-Qur’an tentang hijab dan aurat, menampilkan wanita muslimah berhijab syar’i dengan latar belakang kaligrafi ayat hijab (An-Nur: 31 dan Al-Ahzab: 59) serta nuansa islami warna hijau zamrud dan emas. […]

  • TSW-46: Takabbur (Sombong) – Menolak Kebenaran dan Meremehkan Orang Lain

    TSW-46: Takabbur (Sombong) – Menolak Kebenaran dan Meremehkan Orang Lain

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle mahadulmustaqbal
    • visibility 26
    • 0Komentar

    TSW-46: Takabbur (Sombong) – Menolak Kebenaran dan Meremehkan Orang Lain – Ma’hadul Mustaqbal TSW-46: Takabbur (Sombong) – Menolak Kebenaran dan Meremehkan Orang Lain 🖼️ INFORMASI GAMBAR Alt-text: Ilustrasi grafis dengan tema Takabbur (Sombong), menampilkan representasi visual seseorang yang menolak kebenaran dengan angkuh, memandang rendah orang lain, dengan latar elemen peringatan neraka bagi orang-orang sombong. Caption: […]

  • SKL-11: Cara Membuat Minuman Segar (Es Teh, Es Jeruk) – Panduan Praktis Meracik Hidangan Penyegar Dahaga untuk Keluarga

    SKL-11: Cara Membuat Minuman Segar (Es Teh, Es Jeruk) – Panduan Praktis Meracik Hidangan Penyegar Dahaga untuk Keluarga

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle mahadulmustaqbal
    • visibility 27
    • 0Komentar

    SKL-11: Cara Membuat Minuman Segar (Es Teh, Es Jeruk) – Ma’hadul Mustaqbal SKL-11: Cara Membuat Minuman Segar (Es Teh, Es Jeruk) Panduan Praktis Meracik Hidangan Penyegar Dahaga untuk Keluarga 🖼️ INFORMASI GAMBAR Alt-text: Dua gelas minuman segar berisi es batu, di sebelah kiri adalah es teh manis dengan irisan lemon dan daun mint, di sebelah […]

  • BHS-35: Fa’il – Pelaku dalam Kalimat Verbal – Memahami Subjek dalam Jumlah Fi’liyyah Bahasa Arab

    BHS-35: Fa’il – Pelaku dalam Kalimat Verbal – Memahami Subjek dalam Jumlah Fi’liyyah Bahasa Arab

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle mahadulmustaqbal
    • visibility 24
    • 0Komentar

    BHS-35: Fa’il – Pelaku dalam Kalimat Verbal – Ma’hadul Mustaqbal BHS-35: Fa’il – Pelaku dalam Kalimat Verbal Memahami Subjek dalam Jumlah Fi’liyyah Bahasa Arab 🖼️ INFORMASI GAMBAR Alt-text: Ilustrasi diagram yang menunjukkan struktur kalimat verbal (jumlah fi’liyyah) dengan fa’il (pelaku) dan fi’il (kata kerja), dilengkapi dengan contoh-contoh dari Al-Qur’an dan kalimat sederhana. Caption: Dalam bahasa […]

  • HDS-29: Hadits Arbain ke-9 – Menjalankan Perintah Semampu Mungkin – Kajian Komprehensif tentang Hadits yang Menjadi Landasan Kemudahan dalam Beragama dan Prinsip Keseimbangan

    HDS-29: Hadits Arbain ke-9 – Menjalankan Perintah Semampu Mungkin – Kajian Komprehensif tentang Hadits yang Menjadi Landasan Kemudahan dalam Beragama dan Prinsip Keseimbangan

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle mahadulmustaqbal
    • visibility 33
    • 0Komentar

    HDS-29: Hadits Arbain ke-9 – Menjalankan Perintah Semampu Mungkin – Ma’hadul Mustaqbal HDS-29: Hadits Arbain ke-9 – Menjalankan Perintah Semampu Mungkin Kajian Komprehensif tentang Hadits yang Menjadi Landasan Kemudahan dalam Beragama dan Prinsip Keseimbangan 🖼️ INFORMASI GAMBAR Alt-text: Ilustrasi seorang muslim yang sedang beribadah dengan penuh semangat namun tetap tenang, dikelilingi simbol-simbol keringanan (rukhshah) seperti […]

  • BHS-13: Nama-Nama Hewan dalam Bahasa Arab – Mengenal Kosakata (Mufradat) Nama-Nama Binatang dalam Bahasa Arab Lengkap dengan Artinya

    BHS-13: Nama-Nama Hewan dalam Bahasa Arab – Mengenal Kosakata (Mufradat) Nama-Nama Binatang dalam Bahasa Arab Lengkap dengan Artinya

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle mahadulmustaqbal
    • visibility 28
    • 0Komentar

    BHS-13: Nama-Nama Hewan dalam Bahasa Arab – Ma’hadul Mustaqbal BHS-13: Nama-Nama Hewan dalam Bahasa Arab Mengenal Kosakata (Mufradat) Nama-Nama Binatang dalam Bahasa Arab Lengkap dengan Artinya 🖼️ INFORMASI GAMBAR Alt-text: Ilustrasi berbagai jenis hewan darat, laut, dan udara seperti singa, gajah, unta, kucing, burung, ikan, dan lainnya, dengan label nama dalam bahasa Arab di bawah […]

expand_less