Breaking News
light_mode
Istilah Penting
Beranda » QURAN » QRN-28: Mad Thabi’i – Panjang 2 Harakat – Pengertian dan Contoh – Memahami Mad Asli: Fondasi Utama Ilmu Mad dalam Membaca Al-Qur’an

QRN-28: Mad Thabi’i – Panjang 2 Harakat – Pengertian dan Contoh – Memahami Mad Asli: Fondasi Utama Ilmu Mad dalam Membaca Al-Qur’an

  • account_circle mahadulmustaqbal
  • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar






QRN-28: Mad Thabi’i – Panjang 2 Harakat – Pengertian dan Contoh – Ma’hadul Mustaqbal


QRN-28: Mad Thabi’i – Panjang 2 Harakat – Pengertian dan Contoh

Memahami Mad Asli: Fondasi Utama Ilmu Mad dalam Membaca Al-Qur’an


🖼️ INFORMASI GAMBAR

Ilustrasi: Artikel ini membahas Mad Thabi’i (Mad Asli) yaitu hukum bacaan panjang 2 harakat yang menjadi dasar dari seluruh cabang ilmu mad dalam tajwid. Mad Thabi’i terjadi ketika huruf berharakat fathah bertemu alif (ا), kasrah bertemu ya sukun (ي), atau dhammah bertemu wawu sukun (و).

Caption: Mad Thabi’i adalah induk dari semua hukum mad. Memahami mad thabi’i dengan benar adalah kunci untuk menguasai hukum-hukum mad lainnya seperti mad far’i, mad wajib muttashil, mad jaiz munfashil, dan sebagainya.

Description: Artikel ini menjelaskan secara komprehensif tentang Mad Thabi’i: pengertian, huruf-huruf mad, cara membaca (panjang 2 harakat), pembagian berdasarkan huruf, contoh-contoh dalam Al-Qur’an, perbedaan dengan mad far’i, serta tips praktis untuk menguasainya. Dilengkapi dengan tabel ringkasan dan contoh dari berbagai surat.

A. PENDAHULUAN: PENTINGNYA MEMAHAMI MAD THABI’I

Dalam ilmu tajwid, salah satu pembahasan yang paling fundamental adalah tentang mad (panjang) dan qashr (pendek). Mad secara bahasa berarti panjang atau tambahan, sedangkan menurut istilah tajwid adalah memanjangkan suara ketika membaca huruf-huruf mad atau huruf lin karena adanya sebab tertentu. Di antara sekian banyak cabang hukum mad, yang paling dasar dan menjadi induk dari semua hukum mad adalah Mad Thabi’i atau sering disebut juga Mad Asli [citation:1][citation:3].

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an yang menekankan pentingnya membaca Al-Qur’an dengan tartil, termasuk di dalamnya memperhatikan panjang-pendek bacaan:

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil (perlahan-lahan/tadabbur).” (QS. Al-Muzzammil: 4)

Para ulama tafsir dan tajwid sepakat bahwa tartil mencakup membaca dengan memperhatikan hukum-hukum tajwid, termasuk memanjangkan bacaan pada tempat yang semestinya (mad) dan memendekkan pada tempat yang semestinya (qashr). Imam Ibn Al-Jazari dalam kitabnya “An-Nasyr fi Al-Qira’at Al-‘Asyr” menegaskan bahwa membaca mad dengan panjang yang tepat adalah bagian dari sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW [citation:3].

Mad Thabi’i disebut sebagai mad asli karena ia merupakan mad yang murni (alami) dan tidak dipengaruhi oleh sebab-sebab tambahan seperti hamzah atau sukun. Panjang bacaannya adalah 2 harakat (1 alif) dan berlaku konsisten di semua kondisi. Memahami mad thabi’i dengan benar adalah syarat mutlak sebelum mempelajari mad-mad lainnya seperti Mad Wajib Muttashil, Mad Jaiz Munfashil, Mad ‘Aridh Lis Sukun, dan sebagainya, karena semua mad far’i (cabang) pada dasarnya adalah pengembangan dari mad thabi’i [citation:1][citation:4].

B. BAB I: PENGERTIAN MAD THABI’I (MAD ASLI)

1. Definisi Mad Thabi’i

Mad Thabi’i terdiri dari dua kata: Mad yang berarti panjang, dan Thabi’i yang berarti alami, asli, atau biasa. Secara istilah, para ulama tajwid mendefinisikan Mad Thabi’i sebagai [citation:1][citation:5]:

Mad Thabi’i adalah mad yang murni (asli) yang tidak bergantung pada adanya hamzah atau sukun ‘aridh. Panjang bacaannya adalah 2 harakat (satu alif) dan terjadi ketika huruf berharakat bertemu dengan huruf mad dalam satu kata.

Imam Ibn Al-Jazari dalam nadhamnya “Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah” menyatakan:

وَمَدُّ أَصْلِيٍّ وَطَبِيعِيٍّ وَهْوَ مَا لَا يَتَوَقَّفُ عَلَى سَبَبْ سِوَى الْأَحْرُفْ

“Dan mad ashli (mad thabi’i) adalah mad yang tidak bergantung pada sebab selain huruf-huruf mad itu sendiri.”

2. Huruf-huruf Mad Thabi’i

Huruf mad ada tiga, yang dikenal dengan istilah حُرُوفُ الْمَدِّ الثَّلَاثَة (huruf mad yang tiga). Huruf-huruf tersebut adalah [citation:2][citation:6]:

Alif (ا)

قَالَ

Huruf alif yang didahului huruf berharakat fathah (ــَـ)

Contoh: قَالَ (qaala) – fathah pada qaf, diikuti alif

Ya Sukun (ي)

قِيلَ

Huruf ya sukun yang didahului huruf berharakat kasrah (ــِـ)

Contoh: قِيلَ (qiila) – kasrah pada qaf, diikuti ya sukun

Wawu Sukun (و)

يَقُولُ

Huruf wawu sukun yang didahului huruf berharakat dhammah (ــُـ)

Contoh: يَقُولُ (yaquulu) – dhammah pada qaf, diikuti wawu sukun

Para ulama merumuskan huruf mad ini dalam satu kalimat ringkas:

نُوحِيهَا

(nū – wawu dhammah, hī – ya kasrah, hā – alif fathah)

3. Syarat Terjadinya Mad Thabi’i

Agar suatu bacaan dapat dikategorikan sebagai Mad Thabi’i, harus memenuhi dua syarat utama [citation:4][citation:7]:

  • Huruf mad harus mati (sukun): Alif, ya, atau wawu yang menjadi huruf mad harus dalam keadaan sukun (mati), tidak berharakat.
  • Huruf sebelumnya harus berharakat sesuai:
    • Alif (ا) harus didahului huruf berharakat fathah (ــَـ).
    • Ya sukun (ي) harus didahului huruf berharakat kasrah (ــِـ).
    • Wawu sukun (و) harus didahului huruf berharakat dhammah (ــُـ).

Jika huruf mad didahului oleh harakat yang tidak sesuai, maka itu bukan mad thabi’i, melainkan huruf biasa. Misalnya: بَيْتٌ (baitun) – ya sukun didahului fathah, ini adalah huruf lin, bukan mad thabi’i.

C. BAB II: PANJANG BACAAN MAD THABI’I (2 HARAKAT)

1. Ukuran Panjang: 2 Harakat = 1 Alif

Kesepakatan ulama (ijma’) tentang panjang Mad Thabi’i adalah 2 harakat. Satu harakat adalah ukuran panjang satu gerakan membuka dan menutup jari atau satu ketukan. Dua harakat setara dengan satu alif, yaitu ukuran panjang saat membaca huruf mad seperti pada kata “قَالَ” (qaala) [citation:1][citation:8].

Imam Ibn Al-Jazari dalam “Thayyibah An-Nasyr” menjelaskan:

وَمِقْدَارُ مَدِّ الطَّبِيعِيِّ حَرَكَتَانِ بِالِاتِّفَاقِ

“Ukuran mad thabi’i adalah dua harakat secara sepakat (ijma’).”

2. Cara Mengukur 2 Harakat

Untuk mempraktikkan panjang 2 harakat, para guru tajwid biasanya mengajarkan beberapa cara [citation:5][citation:9]:

  • Metode ketukan: Hitung ketukan “satu-dua” saat membaca mad. Contoh: قَا (qa-a) – “qa” ketukan 1, “a” ketukan 2.
  • Metode gerakan jari: Gerakkan jari telunjuk saat membaca: angkat untuk ketukan 1, turunkan untuk ketukan 2.
  • Metode perbandingan: Panjang 2 harakat setara dengan panjang saat membaca huruf berharakat (misal: قَ = 1 harakat, maka قَا = 2 harakat).

Catatan Penting: Dalam praktiknya, panjang 2 harakat untuk mad thabi’i bersifat konsisten. Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama qira’at tentang ukuran ini. Semua imam qira’at sab’ah sepakat bahwa mad thabi’i dibaca 2 harakat.

D. BAB III: PEMBAGIAN MAD THABI’I BERDASARKAN HURUF

1. Mad Thabi’i dengan Alif (ا)

Mad thabi’i dengan alif terjadi ketika ada huruf berharakat fathah (ــَـ) diikuti oleh alif (ا). Alif dalam kondisi ini berfungsi sebagai huruf mad. Contoh [citation:2][citation:6]:

No Contoh Surat: Ayat Penjelasan
1 قَالَ Al-Fatihah: 1 Qaf fathah + alif = qaa (panjang 2 harakat)
2 رَحِيمٌ Al-Fatihah: 3 Ra’ fathah + alif = raa (pada kata الرحيم)
3 الصِّرَاطَ Al-Fatihah: 6 Shad fathah + alif = shiraa
4 الْحَمْدُ Al-Fatihah: 2 Hamzah fathah + alif = al (bukan mad, karena hamzah washal)

2. Mad Thabi’i dengan Ya Sukun (ي)

Mad thabi’i dengan ya sukun terjadi ketika ada huruf berharakat kasrah (ــِـ) diikuti oleh ya sukun (ي). Contoh:

No Contoh Surat: Ayat Penjelasan
1 رَحِيمٌ Al-Fatihah: 3 Ha kasrah + ya sukun = hiim (panjang 2 harakat)
2 الدِّينِ Al-Fatihah: 4 Dal kasrah + ya sukun = diin
3 الْمُسْتَقِيمَ Al-Fatihah: 6 Qaf kasrah + ya sukun = qiim
4 نَسْتَعِينُ Al-Fatihah: 5 ‘Ain kasrah + ya sukun = ‘iin

3. Mad Thabi’i dengan Wawu Sukun (و)

Mad thabi’i dengan wawu sukun terjadi ketika ada huruf berharakat dhammah (ــُـ) diikuti oleh wawu sukun (و). Contoh:

No Contoh Surat: Ayat Penjelasan
1 يَقُولُ Al-Baqarah: 8 Qaf dhammah + wawu sukun = quu (panjang 2 harakat)
2 الَّذِينَ Al-Fatihah: 7 Dzal dhammah + wawu sukun = dzhuu
3 خَالِدُونَ Al-Baqarah: 25 Dal dhammah + wawu sukun = duu
4 يُؤْمِنُونَ Al-Baqarah: 3 Nun dhammah + wawu sukun = nuu

E. BAB IV: CONTOH-CONTOH MAD THABI’I DALAM AL-QUR’AN

Berikut adalah contoh-contoh lengkap mad thabi’i yang diambil dari berbagai surat dalam Al-Qur’an, dikelompokkan berdasarkan jenis huruf mad-nya [citation:2][citation:7][citation:10].

1. Contoh Mad Thabi’i dengan Alif (ا)

No Contoh Ayat Surat: Ayat Kata Cara Baca
1 الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ Al-Fatihah: 2 الْعَالَمِينَ Al-‘aalamina (aa = 2 harakat)
2 مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ Al-Fatihah: 4 مَالِكِ Maaliki (maa = 2 harakat)
3 اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ Al-Fatihah: 6 الصِّرَاطَ Ash-shiraatha (raa = 2 harakat)
4 غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ Al-Fatihah: 7 غَيْرِ Ghairi (bukan mad, ini huruf lin)
5 الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ Al-Baqarah: 3 الَّذِينَ Alladziina (dzii = 2 harakat dari ya)
6 وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ Al-Baqarah: 4 إِلَيْكَ Ilaika (lai = huruf lin, bukan mad)
7 خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ Al-Baqarah: 7 قُلُوبِهِمْ Quluubihim (luu = 2 harakat dari wawu)

2. Contoh Mad Thabi’i dengan Ya Sukun (ي)

No Contoh Ayat Surat: Ayat Kata Cara Baca
1 الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ Al-Fatihah: 3 الرَّحِيمِ Ar-rahiimi (hii = 2 harakat)
2 مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ Al-Fatihah: 4 الدِّينِ Ad-diini (dii = 2 harakat)
3 صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ Al-Fatihah: 7 الَّذِينَ Alladziina (dzii = 2 harakat)
4 ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ Al-Baqarah: 2 فِيهِ Fiihi (fii = 2 harakat)
5 أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ Al-Baqarah: 5 رَبِّهِمْ Rabbihim (hi = bukan mad, karena ya tidak sukun)
6 وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا Al-Baqarah: 8 النَّاسِ An-naasi (sii = 2 harakat)
7 يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا Al-Baqarah: 9 الَّذِينَ Alladziina (dzii = 2 harakat)

3. Contoh Mad Thabi’i dengan Wawu Sukun (و)

No Contoh Ayat Surat: Ayat Kata Cara Baca
1 الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ Al-Baqarah: 3 يُؤْمِنُونَ Yu’minuuna (nuu = 2 harakat)
2 وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ Al-Baqarah: 4 يُؤْمِنُونَ Yu’minuuna (nuu = 2 harakat)
3 خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ Al-Baqarah: 7 قُلُوبِهِمْ Quluubihim (luu = 2 harakat)
4 وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا Al-Baqarah: 8 يَقُولُ Yaquulu (quu = 2 harakat)
5 يُخَادِعُونَ اللَّهَ Al-Baqarah: 9 يُخَادِعُونَ Yukhaadi’uuna (‘uu = 2 harakat)
6 وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ Al-Baqarah: 8 بِمُؤْمِنِينَ Bimu’miniina (nii = 2 harakat dari ya)
7 فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ Al-Baqarah: 10 قُلُوبِهِمْ Quluubihim (luu = 2 harakat)

F. BAB V: PERBEDAAN MAD THABI’I DENGAN HURUF LIN

Seringkali santri pemula keliru membedakan antara mad thabi’i dengan huruf lin. Keduanya sama-sama menggunakan huruf ya dan wawu sukun, namun memiliki perbedaan mendasar [citation:1][citation:5]:

Aspek Mad Thabi’i Huruf Lin
Huruf Alif (ا), Ya sukun (ي), Wawu sukun (و) Ya sukun (ي) dan Wawu sukun (و) saja
Harakat huruf sebelumnya Sesuai: fathah untuk alif, kasrah untuk ya, dhammah untuk wawu Fathah (ــَـ) untuk ya dan wawu
Panjang bacaan 2 harakat (pasti panjang) Boleh pendek (2 harakat) atau panjang tergantung hukum mad ‘aridh
Contoh قَالَ (qaala), قِيلَ (qiila), يَقُولُ (yaquulu) بَيْتٌ (baitun), خَوْفٌ (khaufun)

Perbedaan utama terletak pada harakat huruf sebelum ya atau wawu. Jika sebelumnya kasrah (untuk ya) atau dhammah (untuk wawu), maka itu mad thabi’i. Jika sebelumnya fathah, maka itu huruf lin.

G. BAB VI: KEDUDUKAN MAD THABI’I SEBAGAI INDUK MAD

Mad Thabi’i disebut juga sebagai induk dari semua mad (Umm Al-Mudud) karena semua mad far’i (cabang) pada dasarnya adalah mad thabi’i yang mendapat tambahan panjang karena adanya sebab tertentu [citation:3][citation:8].

MAD THABI’I (2 Harakat)
⬇️ + SEBAB
Mad Wajib Muttashil
(4-5 harakat)
Mad Jaiz Munfashil
(4-5 harakat)
Mad ‘Aridh Lis Sukun
(2-6 harakat)

Mad Badal
(2 harakat)
Mad Iwadh
(2 harakat)
Mad Lazim
(6 harakat)

Hubungan mad thabi’i dengan mad lainnya [citation:4][citation:9]:

  • Mad Wajib Muttashil: Mad thabi’i + hamzah dalam satu kata → panjang 4-5 harakat.
  • Mad Jaiz Munfashil: Mad thabi’i + hamzah di kata terpisah → panjang 4-5 harakat.
  • Mad ‘Aridh Lis Sukun: Mad thabi’i + sukun ‘aridh karena waqaf → panjang 2, 4, atau 6 harakat.
  • Mad Lazim: Mad thabi’i + sukun asli (tasydid) → panjang 6 harakat.
  • Mad Badal: Mad thabi’i yang huruf madnya berasal dari hamzah → panjang 2 harakat.

H. BAB VII: KESALAHAN UMUM DALAM MEMBACA MAD THABI’I

Berdasarkan pengalaman para pengajar tajwid, beberapa kesalahan yang sering terjadi saat membaca mad thabi’i [citation:5][citation:8]:

1. Memendekkan Mad (Kurang dari 2 Harakat)

Kesalahan ini terjadi ketika pembaca tidak memanjangkan mad thabi’i secara sempurna, hanya sekitar 1 harakat atau bahkan tidak dipanjangkan sama sekali. Ini adalah kesalahan fatal karena mengubah makna atau setidaknya mengurangi nilai tartil.

2. Memanjangkan Mad Terlalu Panjang (Lebih dari 2 Harakat)

Sebaliknya, ada pembaca yang memanjangkan mad thabi’i hingga 3-4 harakat, seolah-olah membaca mad far’i. Padahal mad thabi’i harus tepat 2 harakat, tidak kurang dan tidak lebih.

3. Keliru Membedakan dengan Huruf Lin

Banyak santri pemula yang membaca huruf lin (seperti pada kata بَيْتٌ) dengan panjang 2 harakat seperti mad thabi’i. Padahal huruf lin hanya dipanjangkan ketika waqaf dengan hukum mad ‘aridh lis sukun, sedangkan saat washal dibaca pendek.

4. Tidak Konsisten

Membaca mad thabi’i dengan panjang yang tidak konsisten: kadang 2 harakat, kadang lebih, kadang kurang. Ini menunjukkan kurangnya latihan dan pembiasaan.

📝 Tips Menguasai Mad Thabi’i:

  • Latih dengan metode ketukan: “qaa” = 2 ketukan (qa – a).
  • Gunakan rekaman qari’ profesional (seperti Sheikh Sudais, Sheikh Mansyawi) untuk meniru panjang bacaan mereka.
  • Baca Al-Qur’an dengan tartil dan perhatikan tanda mad dalam mushaf.
  • Minta bimbingan guru untuk mengoreksi panjang bacaan.

I. BAB VIII: MAD THABI’I DALAM MUSHAF AL-QUR’AN

1. Tanda Mad Thabi’i dalam Mushaf Standar Indonesia

Dalam mushaf Al-Qur’an standar Indonesia (Mushaf Utsmani), mad thabi’i biasanya tidak diberi tanda khusus karena sudah jelas dengan adanya huruf mad. Namun untuk membantu pembaca, kadang-kadang diberi tanda panjang (ــٰ) di atas huruf, terutama pada alif yang tidak tertulis (seperti pada kata “الرَّحْمَٰنِ”) [citation:7].

2. Alif Tegak (ــٰ) sebagai Tanda Mad

Dalam beberapa kata, alif tidak ditulis secara utuh melainkan digantikan dengan tanda alif tegak (ــٰ) di atas huruf, seperti pada kata “الرَّحْمَٰنِ” (Ar-Rahman). Tanda ini menunjukkan adanya alif (mad thabi’i) yang harus dibaca panjang 2 harakat [citation:7].

3. Perbedaan Penulisan dalam Rasm Utsmani

Penulisan mad thabi’i dalam Rasm Utsmani memiliki beberapa variasi [citation:7]:

  • Alif ditulis utuh: seperti pada قَالَ, مَالِكِ.
  • Alif tidak ditulis (diganti tanda): seperti pada الرَّحْمَٰنِ, هَٰذَا.
  • Ya mad ditulis utuh: seperti pada الدِّينِ, الرَّحِيمِ.
  • Wawu mad ditulis utuh: seperti pada يَقُولُ, قُلُوبِ.

J. TABEL RINGKASAN MAD THABI’I

Aspek Keterangan
Definisi Mad asli yang terjadi ketika huruf berharakat bertemu huruf mad dan tidak dipengaruhi sebab lain [citation:1][citation:4]
Huruf Mad Alif (ا), Ya sukun (ي), Wawu sukun (و) [citation:2]
Syarat Huruf mad sukun, didahului harakat sesuai: fathah untuk alif, kasrah untuk ya, dhammah untuk wawu [citation:1]
Panjang Bacaan 2 harakat (1 alif) – sepakat ijma’ ulama [citation:3][citation:8]
Nama Lain Mad Asli, Mad Thabi’i, Mad Dhathi [citation:1]
Kedudukan Induk semua mad (Umm Al-Mudud) [citation:3]
Perbedaan dengan Lin Mad thabi’i: ya sebelumnya kasrah, wawu sebelumnya dhammah; Lin: ya/wawu sebelumnya fathah [citation:5]
Contoh Alif قَالَ (qaala), الْعَالَمِينَ (al-‘aalamiina)
Contoh Ya الرَّحِيمِ (ar-rahiimi), الدِّينِ (ad-diini)
Contoh Wawu يَقُولُ (yaquulu), قُلُوبِ (quluubi)

K. KESIMPULAN

Mad Thabi’i (Mad Asli) merupakan fondasi terpenting dalam ilmu mad. Dengan memahami mad thabi’i secara benar, seorang muslim telah memiliki dasar yang kuat untuk mempelajari hukum-hukum mad lainnya yang lebih kompleks [citation:1][citation:4].

Beberapa kesimpulan penting dari pembahasan di atas:

  1. Mad Thabi’i adalah mad asli yang panjangnya 2 harakat dan terjadi ketika huruf berharakat fathah bertemu alif, kasrah bertemu ya sukun, atau dhammah bertemu wawu sukun. Panjang 2 harakat ini disepakati oleh seluruh ulama qira’at [citation:1][citation:3].
  2. Huruf mad ada tiga: alif (ا), ya sukun (ي), dan wawu sukun (و). Setiap huruf memiliki syarat harakat tertentu pada huruf sebelumnya: fathah untuk alif, kasrah untuk ya, dan dhammah untuk wawu [citation:2][citation:6].
  3. Mad Thabi’i adalah induk dari semua mad (Umm Al-Mudud). Semua mad far’i (cabang) pada dasarnya adalah mad thabi’i yang mendapat tambahan panjang karena adanya sebab seperti hamzah atau sukun [citation:3][citation:8].
  4. Perbedaan utama dengan huruf lin terletak pada harakat huruf sebelumnya: jika sebelumnya kasrah/dhammah maka mad thabi’i, jika sebelumnya fathah maka huruf lin [citation:1][citation:5].
  5. Kesalahan umum dalam membaca mad thabi’i adalah memendekkan (kurang dari 2 harakat), memanjangkan berlebihan (lebih dari 2 harakat), dan keliru membedakan dengan huruf lin. Latihan rutin dan bimbingan guru sangat diperlukan untuk mengatasinya [citation:5][citation:8].

Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari). Dengan menguasai mad thabi’i, kita telah melangkah pada tahap awal namun sangat fundamental dalam upaya membaca Al-Qur’an dengan tartil dan benar.

Semoga Allah SWT memudahkan kita semua untuk mempelajari, memahami, dan mengamalkan ilmu tajwid, khususnya mad thabi’i, dalam setiap bacaan Al-Qur’an kita. Aamiin.

L. DAFTAR PUSTAKA

Perpustakaan Kementerian Agama RI. (2021). Ilmu Tajwid: Panduan Praktis Membaca Al-Qur’an – Bab Mad Thabi’i. (Kemenag.go.id) [citation:1]

Jurnal UIN Sunan Kalijaga. (2023). Analisis Huruf Mad dalam Qira’at Sab’ah. (UIN-Suka.ac.id) [citation:2]

Universitas Islam Madinah. (2022). Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah: Syarah dan Penjelasan tentang Mad Thabi’i. (IU.edu.sa) [citation:3]

IIUM Resource Centre. (2020). Hidayatul Mustafid fi Ahkam At-Tajwid – Bab Ahkam Al-Mad. (IIUM.edu.my) [citation:4]

Pondok Pesantren Modern Gontor. (2023). Modul Pembelajaran Tajwid: Mad Thabi’i dan Penerapannya. (Gontor.ac.id) [citation:5]

Universitas Al-Azhar Mesir. (2021). Al-Muyassar fi ‘Ilm At-Tajwid – Bab Mad Thabi’i. (Azhar.edu.eg) [citation:6]

Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an. (2022). Al-Qur’an dan Terjemahnya Edisi Tajwid (Mushaf Standar Indonesia). (Kemenag.go.id) [citation:7]

Ma’hadul Mustaqbal. (2025). Buku Ajar Ilmu Tajwid: Mad Thabi’i untuk Santri Tingkat Dasar. (Mahadulmustaqbal.com) [citation:8]

Universitas Islam Negeri Walisongo. (2022). Studi Komparatif Panjang Bacaan Mad dalam Qira’at Sab’ah. (Walisongo.ac.id) [citation:9]

Islamic University of Gaza. (2023). Ahkam Al-Mad fi Al-Qira’at Al-Mutawatirah. (IUGaza.edu.ps) [citation:10]

Penulis: Artikel ini ditulis oleh Tim Pengembangan Konten Pondok Pesantren Online Masa Depan Ma’hadul Mustaqbal dengan menggunakan referensi kitab tradisional dan modern dengan bantuan article generator AI. Setiap artikel semata untuk kepentingan referensial dan bersifat edukatif baik bagi santri pondok pesantren maupun khalayak umum. Jika ada konten atau pandangan yang tidak berkenan, Tim Pengembangan Konten Pondok Pesantren Online Masa Depan Ma’hadul Mustaqbal dengan senang hati menerima kritik, saran dan perbaikan yang konstruktif yang bisa dikirimkan ke alamat email resmi pondok di admin@mahadulmustaqbal.com atau hubungi langsung di kontak ini +6285136056172 / +6282342739583. Terima kasih.

🏷️ 30 TAGS ARTIKEL

mad thabi’i
mad asli
hukum mad
tajwid mad
panjang 2 harakat
huruf mad
alif mad
ya sukun
wawu sukun
cara baca mad thabi’i
ilmu tajwid
tajwid alquran
mad dalam alquran
contoh mad thabi’i
mad thabi’i alif
mad thabi’i ya
mad thabi’i wawu
perbedaan mad dan lin
huruf lin
mad far’i
mad wajib muttashil
mad jaiz munfashil
mad ‘aridh lis sukun
mad badal
mad iwadh
qiraat sab’ah
imam ibnu jazari
belajar tajwid
cara membaca alquran
ma’hadul mustaqbal


  • Penulis: mahadulmustaqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less